Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Sinar Matahari Punya Efek Baik dan Buruk Bagi Kulit, Ini Penjelasannya

Jumat 09 Dec 2022 11:33 WIB

Red: Christiyaningsih

Dokter Spesialis Departemen Medik Dermatologi dan Venereologi RS Sari Asih Serang, Kota Serang, Kharisma Yuliasis Widiasri.

Dokter Spesialis Departemen Medik Dermatologi dan Venereologi RS Sari Asih Serang, Kota Serang, Kharisma Yuliasis Widiasri.

Foto: Sari Asih
Paparan langsung sinar matahari secara terus menerus dapat menyebabkan masalah kulit

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Saat Covid-19 melanda dunia, tersebar informasi sinar matahari memberi efek baik bagi tubuh untuk mencegahnya. Alhasil fenomena masyarakat berjemur diri di bawah sinar matahari tampak hampir di setiap sudut wilayah.

Dokter Spesialis Departemen Medik Dermatologi dan Venereologi RS Sari Asih Serang, Kota Serang, Kharisma Yuliasis Widiasri, membenarkan sinar matahari memberikan efek positif bagi tubuh seseorang. Efek tersebut adalah membangkitkan vitamin D dalam tubuh.

Baca Juga

“Paparan sinar matahari pada tubuh seseorang dapat memicu vitamin D yang diperlukan oleh tubuh kita,” terang Kharisma.

Vitamin D dalam tubuh merupakan salah satu antibodi alami yang dihasilkan dari makanan larut lemak seperti ikan, telur, susu, dan buah-buahan seperti jeruk. Vitamin ini sering disebut vitamin sinar matahari karena sifatnya yang akan bekerja efektif saat tubuh terpapar sinar matahari.

Hanya saja, ketercukupan vitamin D setiap orang berbeda-beda. Jika vitamin D dalam tubuh cukup maka manfaat positif dalam tubuh seperti tulang yang kuat, otot yang kuat, daya tahan tubuh kuat, dan lainnya akan didapat.

Meski sinar matahari memberikan kontribusi positif terhadap tubuh, terdapat pula kebalikannya. Paparan langsung sinar matahari bagi kulit bisa sangat berbahaya dan merugikan.

“Paparan sinar matahari berulang pada kulit tanpa adanya perlindungan akan menimbulkan berbagai macam efek buruk bagi kulit,” ujar Kharisma.

Beberapa contoh efek buruk dari paparan sinar matahari langsung tanpa pelindung adalah kulit menjadi lebih gelap, terjadi penuaan dini, kulit kasar, muncul bercak hitam pada kulit, hingga risiko kanker kulit. Untuk itu Kharisma menyarankan agar kita juga melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung dengan memakai baju dan celana panjang, topi, payung, dan jika diperlukan gunakan krim pelindung kulit.

Kharisma menjelaskan sinar matahari memang sangat baik bagi tubuh. Namun jika terdampak langsung secara berulang dan terus menerus tanpa pelindung maka akan memberikan efek negatif pada tubuh. Untuk itu, biasakan menjaga kesehatan kulit tubuh dan konsultasikan kepada ahlinya jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada kulit kita.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA