Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

IMF dan Bank Dunia Sambut Pelonggaran Kebijakan Antipandemi China

Jumat 09 Dec 2022 03:06 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

 Seorang wanita menjalani swab tenggorokan COVID-19 secara rutin di tempat pengujian virus corona di Beijing, Ahad, 4 Desember 2022. China pada Minggu melaporkan dua kematian tambahan akibat COVID-19 karena beberapa kota bergerak dengan hati-hati untuk melonggarkan pembatasan anti-pandemi di tengah meningkatnya frustrasi publik yang vokal atas tindakan tersebut.

Seorang wanita menjalani swab tenggorokan COVID-19 secara rutin di tempat pengujian virus corona di Beijing, Ahad, 4 Desember 2022. China pada Minggu melaporkan dua kematian tambahan akibat COVID-19 karena beberapa kota bergerak dengan hati-hati untuk melonggarkan pembatasan anti-pandemi di tengah meningkatnya frustrasi publik yang vokal atas tindakan tersebut.

Foto: AP/Andy Wong
Kebijakan lockdown China dinilai sangat berdampak terhadap ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING --  Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia menyambut positif pelonggaran kebijakan antipandemi COVID-19 yang baru saja diambil oleh otoritas China. Saat bertemu Perdana Menteri China Li Keqiang dalam "Seventh 1+6 Round Table" di Kota Huangshan, Provinsi Anhui, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva memuji sikap China atas rekalibrasi kebijakan tanggap COVID.

Georgieva yakin kebijakan itu dapat membantu China dalam meningkatkan pertumbuhan ekonominya.

Baca Juga

"IMF siap bekerja lebih erat lagi dengan China untuk mendorong koordinasi penguatan kebijakan makro dengan beberapa negara, menghindari fragmentasi ekonomi dunia, dan bersama-sama menghadapi tantangan, seperti perubahan iklim dan utang," katanya. Kamis (8/12/2022).

PM Li dalam kesempatan tersebut menyampaikan komitmen China untuk mengimplementasikan Prakarsa Penangguhan Layanan Utang G20 dan akan bekerja sama dengan negara-negara anggota G20 untuk memformulasikan rencana restrukturisasi utang yang wajar dan adil.

"China juga akan membuka pintu untuk sektor jasa dan manufaktur," ujarnya.

Sebelumnya,IMF sempat mengkritik kebijakan antipandemi COVID-19 China yang diikuti dengan serangkaian penguncian wilayah (lockdown) di berbagai kota. Kebijakan ini  memicu terjadinya pelambatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pujian yang sama juga dilontarkan oleh Presiden Bank Dunia David Malpass. Bank Dunia menyambut baik upaya China yang terus membuka diri terhadap dunia luar.

Bank Dunia siap meningkatkan kerja sama dengan China di bidang perdagangan dan mendukung pembangunan dunia, kataMalpass sebagaimana dirilis oleh Kementerian Luar Negeri China (MFA).

Acara "Seventh 1+6 Round Table" di Huangshan pada 8-9 Desember 2022 tersebut mempertemukan China dengan sejumlah organisasi ekonomi dunia.

sumber : antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA