Kamis 08 Dec 2022 18:41 WIB

BPBD: 14 Rumah dan Dua Sekolah di Sukabumi Rusak Terdampak Gempa

Kerusakan akibat gempa tersebar di delapan kecamatan di Sukabumi

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Orang-orang memeriksa ponsel mereka saat berada di luar di tengah kekhawatiran gempa susulan menyusul gempa bumi di kawasan bisnis di Jakarta, Indonesia, 08 Desember 2022. Menurut Badan Meteorologi Indonesia (BMGK), gempa berkekuatan 5,8 melanda tenggara Sukabumi, provinsi Jawa Barat. Gempa dirasakan di gedung-gedung bertingkat di ibu kota dan memaksa para pekerja dievakuasi.
Foto: EPA-EFE/MAST IRHAM
Orang-orang memeriksa ponsel mereka saat berada di luar di tengah kekhawatiran gempa susulan menyusul gempa bumi di kawasan bisnis di Jakarta, Indonesia, 08 Desember 2022. Menurut Badan Meteorologi Indonesia (BMGK), gempa berkekuatan 5,8 melanda tenggara Sukabumi, provinsi Jawa Barat. Gempa dirasakan di gedung-gedung bertingkat di ibu kota dan memaksa para pekerja dievakuasi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat hingga pukul 16.00 WIB jumlah bangunan yang rusak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat akibat terdampak gempa dengan magnitudo (M) 5,8 yang berpusat di Kota Sukabumi pada Kamis (8/12/2022) mencapai 16 unit.

"Dari 16 unit bangunan yang rusak tersebut 14 unit merupakan rumah warga dan dua unit lainnya merupakan ruang kelas dari dua sekolah berbeda," kata Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna.

Baca Juga

Adapun rincian kerusakan tersebut tujuh rumah mengalami rusak ringan dan tujuh rumah lainnya rusak sedang. Kemudian di Kecamatan Kalibunder bangunan SD rusak sedang dan untuk di Kecamatan Parakansalak Madrasah Tsanawiyah (Mts) rusak ringan.

Menurut Daeng, kerusakan tersebut tersebar di delapan kecamatan yakni Kecamatan Nagrak, Ciambar, Parungkuda, Parakansalak, Simpenan, Sukalarang, Sukaraja, dan Kalibunder. Jumlah warga yang terdampak sebanyak 15 kepala keluarga atau 49 jiwa.

Tidak ada korban jiwa pada bencana ini. Namun satu keluarga yang berjumlah tiga jiwa di Kecamatan Ciambar harus mengungsi karena kondisi rumahnya kurang layak dihuni dan terancam roboh. Data kerusakan kemungkinan akan bertambah karena saat ini petugas penanggulangan bencana kecamatan (P2BK) dan dari BPBD Kabupaten Sukabumi yang dibantu unsur relawan masih melakukan pendataan.

 

"Untuk nilai kerugian masih dalam tahap perhitungan kemungkinan akan diketahui setelah jumlah kerusakan secara keseluruhan terdata. Mayoritas kerusakan bagian atap dan dinding bangunan," tambahnya.

 

Daeng mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada antisipasi terjadinya gempa susulan dan jika ada warga yang rumahnya terdampak atau di sekitarnya ada bangunan yang rusak akibat gempa untuk segera melapor ke petugas penanggulangan bencana terdekat.

 

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gempa M5,8 yang terjadi sekitar pukul 07.50 WIB pada Kamis, (8/12) tersebut berlokasi di titik koordinat 7.11 Lintang Selatan (LS)-106.99 Bujur Timur (BT) 22 km Tenggara Kota Sukabumi di kedalaman 104 km.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement