Sunday, 14 Rajab 1444 / 05 February 2023

Kemendikbudristek: Kampus Mengajar Atasi Learning Loss Akibat Pandemi

Kamis 08 Dec 2022 18:39 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ratna Puspita

Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam

Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam

Foto: Tangkapan layar
Program Kampus Mengajar angkatan IV yang diikuti 14.504 mahasiswa telah berakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam mengatakan, program Kampus Mengajar berhasil mengurangi kesenjangan pembelajaran atau learning loss akibat pandemi Covid-19. Hasil asesmen yang dilakukan terhadap program Kampus Mengajar menunjukkan bahwa program ini sukses meningkatkan pemahaman literasi dan numerasi siswa di SD dan SMP.

Nizam mengatakan, program Kampus Mengajar merupakan bentuk kolaborasi erat antara mahasiswa dan guru-guru di sekolah. Dengan bertugas sebagai mitra guru, mahasiswa berkesempatan untuk mendarmabaktikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah didapat di perguruan tingginya masing-masing.

Baca Juga

Mahasiswa bersama-sama dengan guru merancang strategi pembelajaran yang kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan, serta mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang memberikan ruang luas untuk pengembangan potensi diri siswa. "Semoga program ini terus bisa memberikan manfaat bagi semuanya, baik bagi mahasiswa, maupun bagi sekolah," kata dia, Kamis (8/12/2022).

Saat ini, Program Kampus Mengajar angkatan IV telah berakhir. Mahasiswa Kampus Mengajar telah menyelesaikan tugasnya dan berdampak pada pembelajaran di 2.876 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang tersebar di seluruh wilayah tanah air selama lima bulan. Program Kampus Mengajar angkatan IV diikuti oleh 14.504 mahasiswa yang berasal dari 559 perguruan tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Plt Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Nunuk Suryani mengatakan, program Kampus Mengajar sebagai bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan solusi yang ditawarkan oleh Kemendikbudristek untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, serta meningkatkan literasi dan numerasi mahasiswa di satuan pendidikan sasaran. "Transfer ilmu yang dilakukan para mahasiswa telah sangat membantu guru-guru dalam menghadirkan inovasi-inovasi baru dalam metode pembelajaran," kata Nunuk.

Tidak hanya itu, menurut Nunuk, praktik baik yang sudah dilaksanakan pada program Kampus Mengajar akan menjadi inspirasi bagi para guru untuk untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan memerdekakan bagi murid.

Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah usai mengikuti program Kampus Mengajar angkatan IV. Menurut dia, pengalaman yang didapat mahasiswa pada program itu bisa jadi bekal yang berharga dan dapat mengasah jiwa pendidik mahasiswa.

"Sehingga meskipun tidak semua akan menjadi guru, adik-adik mahasiswa dapat menjadi pendidik yang mencerahkan dan menggerakan perubahan di lingkungan masing-masing," tutur Anindito.

Kepala Program Kampus Mengajar Asri Putri menyampaikan penugasan Kampus Mengajar merupakan langkah awal untuk membentuk pribadi mahasiswa yang tidak pernah lelah menebar kebermanfaatan. Asri juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta Kampus Mengajar angkatan IV yang menjawab panggilan ibu pertiwi.

“Semua keringat dan usaha mahasiswa Kampus Mengajar akan berdampak secara berkelanjutan melawan arus waktu sebagai pemenuhan peran dalam membangun generasi yang penuh harapan,” ujar dia. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA