Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Program RSLH, Sejumlah Rumah tak Layak Huni di Rembang Direnovasi Total

Kamis 08 Dec 2022 17:48 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Rumah warga di Rembang mendapatkan renovasi total. Ada lima rumah yang direnovasi dengan masing-masing rumah mendapat biaya total Rp 60 juta.

Rumah warga di Rembang mendapatkan renovasi total. Ada lima rumah yang direnovasi dengan masing-masing rumah mendapat biaya total Rp 60 juta.

Foto: Dok. Web
Rembang, Jawa Tengah termasuk dalam daerah prioritas pengentasan kemiskinan.

REPUBLIKA.CO.ID, REMBANG – Staf Ahli Bupati Rembang, Akhir Budi Asmara mengatakan, tahun ini Kabupaten Rembang, Jawa Tengah termasuk dalam daerah prioritas pengentasan kemiskinan. Itu karena, pandemi Covid-19 yang sudah berjalan sejak dua tahun terakhir praktis membuat banyak keluarga kehilangan pekerjaan dan sulit mempertahankan kehidupan yang layak. 

“Langkah mitigasi yang bisa diambil pemerintah provinsi untuk mengatasi permasalahan pengentasan kemiskinan, salah satunya melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Selain itu, kegiatan penanggulangan kemiskinan dari pihak-pihak swasta, seperti Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang digagas Djarum ini sangat membantu pemerintah. Ini adalah langkah partisipatif yang membuat permasalahan kemiskinan masyarakat semakin cepat berkurang,” kata Akhir Budi Asmara di sela seremoni Serah Terima Simbolis Rumah Sederhana Layak Huni pada beberapa waktu lalu.

Baca Juga

RSLH merupakan program kolaboratif pihak swasta dan Dinas Perindustrian & Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah. Program ini sebagai bentuk nyata atas Penanggulangan Kemiskinan Esktrem (PKE) yang digagas Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada 2021, dan dijalankan oleh Kemenko Bidang Perekonomian. Selain bertujuan mengentaskan kemiskinan, RSLH juga menjadi komitmen bersama dalam upaya menaikkan taraf hidup masyarakat.  

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Agus Suranta mengatakan, program ini bertujuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, sehingga dapat memiliki kualitas hidup yang lebih sehat. Oleh karena itu, rumah yang layak huni adalah salah satu aspek penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Keikutsertaan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sangat dibutuhkan guna membantu mempercepat jalannya program PKE.

“Jika semakin banyak perusahaan yang andil dalam program ini, saya yakin angka kemiskinan akan semakin berkurang,” Agus menjelaskan. 

Deputi GM Corporate Communications PT Djarum Achmad Budiharto mengemukakan, program RSLH yang melibatkan pihaknya merupakan dukungan terhadap pemerintah dalam menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin. 

“Rumah sebagai kebutuhan primer seharusnya tidak hanya memiliki fisik bangunan yang kuat dan desain yang bagus. Rumah harus menjadi hunian yang berfungsi mendatangkan ketenteraman bagi siapapun yang tinggal di dalamnya. Suasana tenteram dan nyaman membuat kualitas hidup seseorang menjadi semakin baik. Pada akhirnya, para penghuninya akan terpacu melakukan hal-hal yang produktif dan membuahkan perbaikan ekonomi bagi keluarga tersebut,” kata Budiharto.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA