Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

BSI dan UI Berkomitmen Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah di Atas 10 Persen

Kamis 08 Dec 2022 17:30 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Gita Amanda

Suasana gedung Bank Syariah Indonesia, (ilustrasi).  PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Universitas Indonesia (UI) berkomitmen kuat untuk meningkatkan literasi perbankan syariah di atas 10 persen, melalui kerja sama penandatanganan nota kesepahaman kedua pihak.

Suasana gedung Bank Syariah Indonesia, (ilustrasi). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Universitas Indonesia (UI) berkomitmen kuat untuk meningkatkan literasi perbankan syariah di atas 10 persen, melalui kerja sama penandatanganan nota kesepahaman kedua pihak.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Perbankan syariah menjadi salah satu pilihan finansial utama bagi generasi muda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Universitas Indonesia (UI) berkomitmen kuat untuk meningkatkan literasi perbankan syariah di atas 10 persen, melalui kerja sama penandatanganan nota kesepahaman kedua pihak. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan bahwa penandatangan nota kesepahaman ini adalah bentuk dukungan UI terhadap perbankan syariah di Indonesia.

Kedua instansi diharapkan dapat memperkuat sinergi untuk meningkatkan literasi keuangan dan akses layanan perbankan syariah khususnya di lingkungan kampus. Agar perbankan syariah menjadi salah satu pilihan finansial utama bagi generasi muda.

Baca Juga

"Program literasi akan terus kami lakukan, sebagai bentuk komitmen BSI dalam meningkatkan angka literasi syariah di atas 10 persen, maka dengan adanya kesepakatan ini, kami optimistis bahwa bank syariah dapat menjadi pilihan finansial bagi kalangan milenial ke depannya," kata Hery dalam keterangan pers, Kamis (8/12/2022).

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 menunjukkan indeks literasi keuangan syariah masyarakat Indonesia sebesar 9,14 persen. Sementara indeks inklusi keuangan tahun ini mencapai 12,12 persen. Sehingga dibutuhkan sinergi berbagai pihak untuk meningkatkannya.

Adapun lingkup kerja sama yang disepakati dalam nota kesepahaman antara BSI dengan UI yakni bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta pemanfaatan dan penggunaan layanan jasa dan produk perbankan syariah. Selain itu juga penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi dan implementasi Program Kampus Merdeka.

Hery menyebut, dalam perkembangannya perbankan syariah terus melakukan pembenahan dan banyak melakukan terobosan lewat produk yang tidak kalah dengan perbankan konvensional, kemudian dari tarif terus bersaing dengan konvensional. Dengan harapan ke depan Indonesia bisa menjadi salah satu pusat ekonomi syariah di dunia.

Untuk memperluas akses keuangan dan peningkatan layanan, maka di era disrupsi saat ini BSI memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, dan memacu transformasi digital. Dengan terus berinovasi menghadirkan layanan digital dan produk-produk digital, layanan perbankan syariah semakin mudah diakses dan dijangkau.

Sinergi dengan perguruan tinggi mempunyai banyak potensi kerja sama seperti penyediaan kesempatan magang, penyelenggaraan kuliah umum bagi Mahasiswa/Mahasiswi serta pengembangan Islamic Ecosystem  di kalangan civitas akademika.

BSI bersiap untuk bersama meningkatkan awareness dan aktivasi layanan perbankan syariah di lingkungan kampus yang dibangun dalam satu ekosistem sehingga keberadaan bank syariah dapat dirasakan manfaatnya bagi seluruh civitas di Kampus UI yang berjumlah lebih dari 50 ribu orang.

Nantinya ekosistem yang dibangun akan melibatkan peran mahasiwa, dosen dan pegawai dalam bentuk kuliah dan FGD ilmu perbankan syariah, program magang/internship di BSI, bantuan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi lewat program BSI Scholarship serta pemanfaatan produk dan layanan jasa perbankan syariah yang meliputi tabungan dan pembiayaan sesuai prinsip syariah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA