Kamis 08 Dec 2022 17:19 WIB

Otoritas San Fransisco Selidiki Kantor Twitter Dijadikan Tempat Menginap Karyawan

Twitter diselidiki atas dugaan pelanggaran kode bangunan.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih
Twitter
Foto: AP Photo/Richard Drew
Twitter

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ada sejumlah foto ruang kantor Twitter yang telah diubah menjadi kamar tidur tersebar. Foto-foto tersebut saat ini sedang diselidiki oleh otoritas San Francisco atas dugaan pelanggaran kode bangunan.

Salah satu foto menunjukkan kamar dengan tempat tidur ganda, termasuk lemari pakaian dan sandal. Seorang mantan pekerja mengatakan bos Twitter baru Elon Musk telah tinggal di kantor pusat sejak dia membeli perusahaan tersebut.

Baca Juga

Departemen Inspeksi Bangunan San Francisco telah mengonfirmasi sedang menyelidiki potensi pelanggaran menyusul adanya pengaduan. Musk mengatakan otoritas setempat menyerang perusahaan hanya karena menyediakan tempat tidur untuk karyawan yang lelah.

Ruang konferensi di kantor Twitter memiliki jam alarm. Foto juga memperlihatkan tempat tidur yang telah dirapikan.  “Kelihatannya seperti kamar hotel,” kata seorang mantan pekerja. Mereka mengatakan Musk secara teratur tidur di markas Twitter di San Francisco.

Bulan lalu, Musk mengirim email ke semua staf di perusahaan dengan mengatakan para staf perlu bekerja beberapa jam dengan intensitas tinggi. 

Dilansir BBC, Kamis (8/12/2022), Senator negara bagian California Scott Wiener mengatakan Musk membuat para pekerjanya tidur di Twitter. “Jelas Musk tidak peduli dengan karyawannya sendiri. Dia tidak peduli dengan orang yang bekerja untuknya,” kata Wiener.

Pejabat Departemen Inspeksi Bangunan Patrick Hannan mengatakan pihaknya menyelidiki semua keluhan dan ada aturan berbeda untuk bangunan tempat tinggal. Ini termasuk yang digunakan untuk masa inap jangka pendek.

Pada Mei 2020, sebelum Musk mengambil alih, Twitter memberi tahu karyawan bahwa mereka dapat bekerja dari rumah selamanya jika mereka menginginkannya. Sebab, tindakan kerja jarak jauh selama penguncian Covid-19 telah berhasil. Namun, bulan lalu, Musk mengatakan kerja jarak jauh berakhir.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement