Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

BSI Dorong Desa Binaan di Bogor Jadi Desa Sentra Padi

Kamis 08 Dec 2022 17:03 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Gita Amanda

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mengembangkan desa-desa binaan melalui program Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia). Salah satu desa binaan BSI di Desa Purwabakti, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diharapkan menjadi desa sentra padi untuk wilayah sekitarnya. (ilustrasi).

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mengembangkan desa-desa binaan melalui program Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia). Salah satu desa binaan BSI di Desa Purwabakti, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diharapkan menjadi desa sentra padi untuk wilayah sekitarnya. (ilustrasi).

Foto: AP Photo/Mark Schiefelbein
Program Desa BSI merupakan program kerja sama antara BSI dan BSI Maslahat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mengembangkan desa-desa binaan melalui program Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia). Salah satu desa binaan BSI di Desa Purwabakti, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diharapkan menjadi desa sentra padi untuk wilayah sekitarnya.

Program Desa BSI sendiri merupakan program kerja sama antara BSI dan BSI Maslahat. Sampai tahun 2022, BSI dan BSI Maslahat setidaknya telah membantu 24 desa di seluruh Indonesia, dari Provinsi Aceh hingga sejumlah daerah di Sulawesi.

Baca Juga

BSI  serius untuk membangun desa - desa di wilayah Indonesia yang memiliki potensi sumberdaya ekonomi sehingga nantinya mampu menjadi desa yang berkembang, baik dari sisi ekonomi, sosial dan spiritual.

Menurut Direktur Compliance & Human Capital BSI Tribuana Tunggadewi, Desa Purwabakti merupakan salah satu lokasi yang mendapat bantuan program Desa BSI karena memiliki potensi pertanian padi yang dapat dikembangkan. Karena itu, BSI bersama BSI Maslahat dan masyarakat desa tengah mengembangkan sumber daya pertanian padi di Desa Purwabakti sehingga nantinya mampu menjadi daerah yang menjadi sentra padi di wilayah Kabupaten Pamijahan Bogor.

Strategi yang terus dibangun yakni mulai dari aspek hulu hingga hilir. Pada aspek hulu, BSI membantu penguatan sistem budidaya pertanian padi melalui bantuan sarana produksi seperti pupuk, handtraktor, benih unggul dan lainnya, sehingga diharapkan memberikan hasil yang optimal. Adapun pada aspek hilir, BSI memfasilitasi pembangunan unit pengolahan beras atau RMU (rice milling unit) yang saat ini masih proses penyelesaian. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan, baik dari sisi branding produk hingga proses pemasaran.

“Harapannya di Desa Purwabakti akan ada produk beras lokal yang bisa langsung dipasarkan ke konsumen. Semua proses pengembangan klaster pertanian tersebut memberikan dampak yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani yang tidak mampu,” lanjut Dewi.

BSI telah membantu dan memfasilitasi pengembangan pertanian padi di Desa Purwabakti, setidaknya untuk 100 orang petani tidak mampu (dhuafa) dengan luas lahan sekitar 25 hektare, termasuk melakukan pendampingan secara intensif agar pelaksanaan bisa terkontrol dan tercapai dengan baik.

Dengan hadirnya BSI di wilayah ini membuka peluang besar bagi Desa Purwabakti untuk menjadi desa mandiri. Melalui pendampingan usaha mulai dari proses penanaman, pencatatan keuangan hingga pemasaran hasil pertanian. Keseriusan ini membuahkan hasil bahwa pendampingan yang baru dimulai 6 bulan lalu sudah mendapat apresiasi sebagai salah satu desa percontohan terbaik di wilayah kabupaten Bogor.

Jika dibandingkan dengan sebelum program, dari aspek budidaya dulu di desa ini hanya ada 1 traktor, jadi para petani kesulitan dalam pengolahan lahan, saat ini sudah ada 3 unit traktor bantuan dari BSI. Selain itu, benih unggul juga disiapkan agar hasil panen lebih baik. Kemudian tahun ini akan ada pabrik pengolahan beras yang sebelumnya tidak ada.

BSI sendiri memiliki perhatian besar  pada program ketahanan pangan dan sedapat mungkin pengembangan aspek hulu dan hilir dilakukan oleh kelompok tani. Artinya melalui proses ini diharapkan hasil yang diperoleh dapat dinikmati hasilnya oleh para petani.

Selain itu, selain konsep mina padi pada klaster pertanian, konsep pengembangan pertanian padi yang dikembangkan adalah sistem pertanian padi ramah lingkungan. Yakni padi-padi yang ditanam menggunakan bahan alami yang ada di desa sehingga beras yang dihasilkan adalah beras organik bebas pestisida.

Kemudian pada aspek wisata, desa ini memiliki peluang sebagai salah satu destinasi wisata desa yang menarik, karena ada terasering,air terjun, serta produk-produk UMKM yang dikembangkan juga oleh BSI. Tentu hal ini menjadi wisata halal yang menjadi layak dikunjungi karena seluruh petani adalah masyarakat tidak mampu yang gigih untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui potensi pertanian di wilayahnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA