Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Mattel Tambah Kapasitas Produksi Barbie dan Hot Wheels di Cikarang

Kamis 08 Dec 2022 14:59 WIB

Red: Ratna Puspita

PT Mattel Indonesia (PTMI) menambah kapasitas produksi boneka Barbie dan mobil diecast Hot Wheels.

PT Mattel Indonesia (PTMI) menambah kapasitas produksi boneka Barbie dan mobil diecast Hot Wheels.

Foto: Barbie
Tambahan kapasitas produksi berpotensi menciptakan sekitar 2.500 lapangan kerja baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Mattel Indonesia (PTMI) menambah kapasitas produksi boneka Barbie dan mobil diecast Hot Wheels. Tambahan kapasitas produksi ini berpotensi menciptakan sekitar 2.500 lapangan kerja baru di Indonesia selama musim puncak produksi.

Kendati enggan menyebut nilai investasinya, Vice President PT Mattel Indonesia (PTMI) Roy Tandean mengatakan, investasi ekspansi pabrik tersebut akan menambah kapasitas produksi sekitar 3 juta boneka per pekan. "Tetapi perlu diketahui kita berproduksinya itu seasonal. Jadi ada waktu-waktu rendah, seperti sekarang ini kita sudah masuk low season. Puncak produksi itu biasanya mulai April, Mei, sampai sekitar September hingga Oktober," katanya dalam perayaan 30 tahun dan peresmian ekspansi pabrik Mattel di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/12/2022).

Baca Juga

Roy mengatakan pada 2021 PTMI memproduksi sekitar 85 juta boneka Barbie untuk pasar ekspor dengan negara tujuan ekspor terbesar Amerika Serikat. "Kami ini bounded zone. Jadi 100 persen produk kami ekspor. Tapi divisi komersial membawa kembali beberapa produk-produk itu untuk dijual di pasaran lokal di Indonesia," katanya.

Meski diekspor, Roy mengatakan, rata-rata boneka Mattel Indonesia memiliki 70 persen kandungan konten lokal. Perusahaan yang berdiri sejak 1992 itu berencana meningkatkan volume pembelian dari mitra lokal untuk produk tekstil dan kemasan di Cikarang dan Jawa Tengah.

"Saat ini PTMI memproduksi lebih banyak boneka Barbie daripada pabrik lainnya di dunia dan produksi lokal ini saat ini mewakili lebih dari 35 persen total ekspor global mainan Indonesia," katanya.

PTMI merupakan perpanjangan tangan dari perusahaan mainan asal Amerika Serikat (AS) Mattel Inc. PTMI menyumbangkan boneka Barbie terbanyak dibanding anak perusahaan lainnya yang tersebar di Thailand, Meksiko, China, dan juga Malaysia.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita mengapresiasi investasi terbaru Mattel Indonesia. Perusahaan yang memproduksi Barbie dan Hot Wheels itu dinilai turut berkontribusi terhadap peta jalan Making Indonesia 4.0 mengingat Mattel baru saja menerima Sertifikat Lighthouse dari dari Kemenperin.

"Investasi baru Mattel menciptakan banyak kemungkinan baru bagi industri Indonesia, termasuk bagaimana mereka dapat mengembangkan lebih lanjut kemampuan manufaktur industri kecil dan menengah, serta terus mendukung modernisasi industri dengan menerapkan Industri 4.0," katanya.

Reni menyebut ekspansi PTMI merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas manufaktur, menekan biaya, dan memperkuat efisiensi operasional, yang sejalan dengan strategi perusahaan. "Dengan penambahan nilai investasi tahun ini PT Mattel Indonesia diproyeksikan dapat meningkatkan kapasitas produksi hingga 30 persen dan akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja lebih dari seribu orang," kata Reni.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA