Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Jokowi Minta Sederhanakan Pencairan Bantuan Korban Gempa Cianjur

Kamis 08 Dec 2022 13:27 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Sejumlah personel Polres Ciamis melakukan trauma healing kepada korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur. Presiden Jokowi meminta pencairan bantuan korban gempa Cianjur disederhanakan.

Sejumlah personel Polres Ciamis melakukan trauma healing kepada korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur. Presiden Jokowi meminta pencairan bantuan korban gempa Cianjur disederhanakan.

Foto: Dok. Humas Polres Ciamis
Presiden Jokowi meminta pencairan bantuan korban gempa Cianjur disederhanakan.

REPUBLIKA.CO.ID, Jokowi Minta BNPB Sederhanakan Prosedur Pencairan Bantuan Perbaikan Rumah Cianjur

CIANJUR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kepala BNPB Suharyanto agar menyederhanakan prosedur pencairan dana bantuan perbaikan rumah warga yang terdampak gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Jokowi ingin agar proses administrasi pencairannya tidak berbelit-belit sehingga menyulitkan warga.

Baca Juga

Penyerahan dana bantuan perbaikan rumah pada tahap pertama hari ini diberikan kepada sekitar 8.100 warga terdampak gempa Cianjur.

“Jadi kita harapkan semuanya dan nanti saya sudah perintah ke Kepala BNPB pak Suharyanto agar prosedurnya itu disederhanakan. Tidak memakai administrasi yang berbelit-belit,” ujar Jokowi saat menyerahkan dana bantuan stimulan kepada warga terdampak gempa di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (8/12/2022).

 

Adapun besaran dana stimulan yang diserahkan kepada warga yakni Rp 15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp 30 juta untuk rumah rusak sedang dan Rp 60 juta untuk rumah rusak berat. Dana stimulan itu diberikan dalam bentuk buku rekening yang pencairannya dilakukan secara bertahap.

“Uang yang ada itu sudah jadi milik bapak ibu semuanya, karena tabungannya yang pegang bapak ibu. Hanya memang ini diatur tahapannya. Tahapannya diatur supaya apa, supaya tadi supaya betul-betul jadi rumah,” ujarnya.

Jokowi mengatakan, kriteria rumah rusak berat, sedang, maupun ringan telah ditentukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Total terdapat 53.408 rumah yang rusak akibat gempa yang terjadi di Cianjur.

Selain itu, sejumlah fasilitas kesehatan dan juga jembatan mengalami kerusakan yang harus diperbaiki. Begitu juga sebanyak 272 tempat ibadah dan 540 fasilitas pendidikan juga terdampak bencana ini.

Jokowi pun mengajak semua pihak untuk bekerja keras membangun kembali Cianjur setelah terdampak gempa bumi. Ia juga menyampaikan duka cita kepada korban yang meninggal dunia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA