Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

BNPT Cari Kelompok Pemberi Bantuan Terkait Bom Bandung

Kamis 08 Dec 2022 13:09 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Petugas kepolisian memeriksa barang bawaan jurnalis yang hendak memasuki area Polrestabes Bandung di Jalan Jawa, Sumur Bandung, Kota Bandung, Kamis (8/12/2022). BNPT sedang mencari kelompok yang diduga memberikan bantuan terkait bom Bandung.

Petugas kepolisian memeriksa barang bawaan jurnalis yang hendak memasuki area Polrestabes Bandung di Jalan Jawa, Sumur Bandung, Kota Bandung, Kamis (8/12/2022). BNPT sedang mencari kelompok yang diduga memberikan bantuan terkait bom Bandung.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
BNPT sedang mencari kelompok yang diduga memberikan bantuan terkait bom Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Polisi Boy Rafli Amar di Bandung, Kamis (8/12/2022), menyatakan pihaknya sedang mencari dan menyelidiki kelompok-kelompok yang diduga memberi bantuan terhadap aksi terorisme bom bunuh diri Polsek Astanaanyar, Rabu (7/12/2022).

Boy menambahkan BNPTjuga masih menyelidiki kegiatan-kegiatan yang dilakukan pelaku sebelum melakukan aksi bom yang menewaskan seorang pelaku dan seorang anggota Polri tersebut.

Baca Juga

"Kami masih ingin terus mencoba melihat kelompok lain yang memberikan perbantuan, kami terus menyelidiki ke arah itu," kata Boy saat meninjau Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis.

Dia mengatakan ideologi berbasis kekerasan itu sangat berbahaya dan perlu diantisipasi bersama. Menurut Boy, pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, yang teridentifikasi sebagai Agus Sujatno alias Agus Muslim, merupakan warga Bandung yang sempat berpindah ke Jawa Tengah.

Oleh karena itu,BNPT masih perlu memperdalam profil mantan narapidana terorisme itu. "Kami masih terus berkoordinasi dengan unsur lain agar antisipasi ke depan kita bisa lebih maksimal lagi," tambahnya.

Selain itu, Boy menilai polisi kerap menjadi sasaran para pelaku terorisme karena menurutnya kelompok teroris menganggap polisi merupakan ancaman bagi tindakan mereka.

"Jadi, secara psikologis, di kalangan mereka ini menjadikan unsur kepolisian sebagai target untuk balas dendam mereka. Ini tentu sangat kami sayangkan terjadi, apalagi kembali ada yang gugur," jelasnya.

Dia pun mengutuk tragedi bom bunuh diri yang dilakukan oleh teroris yang terafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Menurutnya, pelaku bom bunuh diri itu terpengaruh oleh virus ideologi terorisme yangmenghalalkan segala cara.

"Kami sesalkan kembali terjadi; yang kedua, kami tentu belasungkawa terhadap aparat kepolisian yang gugur dan juga yang mengalami luka," ujar Boy.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA