Rabu 07 Dec 2022 22:08 WIB

Catatan Ibnu Battuta: Semangat Sosial Masyarakat Damaskus Begitu Tinggi

Damaskus dikenal sejarah sebagai kota yang dermawan karena kemakmurannya.

  Masjid Umayyah di Damaskus, Suriah.
Foto: albumislam.com
Masjid Umayyah di Damaskus, Suriah.

IHRAM.CO.ID, Suatu hari, penjelajah kondang asal Maroko, Ibnu Battuta (1304-1368 M) menginjakkan kakinya di Damaskus. Ia begitu kagum melihat kehidupan sosial masyarakatnya yang dermawan dan pemurah. Ketika itu, sederet lembaga amal berdiri untuk meringankan beban bagi orang-orang yang tak berpunya dan membutuhkan bantuan.

`'Semangat sosial masyarakat Damaskus begitu tinggi,'' kisah Ibnu Battuta dalam catatan perjalanannya. Saking banyaknya lembaga amal yang berdiri di kota itu, sampai-sampai Ibnu Battuta merasa sulit untuk menghitungnya. Saat itu, orang tak mampu menunaikan ibadah haji ke Makkah akan dibiayai lembaga amal yang ada.

Baca Juga

Masyarakat Damaskus pun berlomba-lomba mewakafkan tanahnya untuk sekolah, rumah sakit serta masjid. Damaskus tak hanya dikenal sejarah sebagai kota yang dermawan karena kemakmurannya, namun juga pemurah karena sifatnya.

Bianquis mencatat, begitu terbukanya Damaskus bagi para pengungsi asal Andalusia yang terusir dari negeri Spanyol, ketika Kristen menguasai tanah itu pada abad ke 12 M.

Seabad kemudian, Damaskus menjadi tempat berlabuh warga Irak dan Irak ketika bangsa Mongol menghancurkan tanah kelahiran mereka. Pada abad ke-16, lagi-lagi Damaskus menjadi tempat berlindung pengungsi dari Spanyol baik Muslim maupun Yahudi yang mencari perlindungan. Tiga abad berselang, kota kembali menjadi tanah harapan bagi warga Kaukasus, Kurdi, dan Turki dari ancaman tentara Rusia.

 

sumber : Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement