Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Ditjen Diktiristek Serahkan Hibah Fasilitas Penunjang ke 124 Perguruan Tinggi

Rabu 07 Dec 2022 19:42 WIB

Rep: ronggo astungkoro/ Red: Hiru Muhammad

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek menyerahkan hibah fasilitas penunjang riset bidang inovasi pembelajaran kepada 124 perguruan tinggi, Selasa (6/12/2022)

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek menyerahkan hibah fasilitas penunjang riset bidang inovasi pembelajaran kepada 124 perguruan tinggi, Selasa (6/12/2022)

Foto: humas diktiristek
Sasaran penerima manfaat hibah fasilitas ini adalah PTS dan PTN baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek menyerahkan hibah fasilitas penunjang riset bidang inovasi pembelajaran kepada 124 perguruan tinggi. Langkah tersebut diambil sebagai upaya peningkatan akses dan kualitas pembelajaran yang kolaboratif dan partisipatif.

"Tujuan dari program hibah untuk mendorong inovasi pembelajaran di perguruan tinggi sehingga dapat terwujud kelas yang kolaboratif dan partisipatif sesuai dengan indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi," ujar Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek, Nizam, lewat keterangannya, Rabu (7/12/2022).

Baca Juga

Selain itu, Nizam juga menjelaskan, program itu merupakan bentuk dukungan dan perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas perguruan tinggi Indonesia baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Nizam mencatat, setidaknya ada 14 program atau mekanisme bantuan pendanaan pemerintah untuk PTS.

"Antara lain tunjangan dosen dan guru besar, beasiswa studi lanjut S3 ke luar negeri, KIP Kuliah, program MBKM, Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), Matching Fund Kedaireka, bantuan akreditasi, hibah sarana dan prasarana, serta berbagai bentuk bantuan dan insentif lainnya," kata dia.

Penyerahan hibah ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf, didampingi Nizam dan Plt Sekretaris Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek, Tjitjik Srie Tjahjandarie kepada empat perguruan tinggi. Perguruan tinggi itu, antara lain Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bandung, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Bangsa, dan Universitas Al-Ghifari.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf, mengapresiasi dan menyambut baik program hibah fasilitas penunjang riset inivasi pembelajaran yang diinisiasi Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek. Hal tersebut, kata dia, menunjukkan besarnya dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas PTS."Penyaluran hibah fasilitas penunjang riset bidang inovasi pembelajaran ini merupakan salah satu wujud perhatian dan dukungan pemerintah dalam peningkatan kualitas perguruan tinggi Indonesia baik PTN maupun PTS,\" terang Dede.

Dede juga menjelaskan, sebagai mitra Kemdikbudristek, Komisi X DPR akan terus memastikan Kemdikbudristek untuk senantiasa berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas perguruan tinggi melalui berbagai dukungan pendanaan, fasilitas, maupun bantuan bagi PTS. "Kita dorong terus Kemdikbudristek terus berkontribusi nyata bagi perguruan tinggi melalui dukungan-dukungan pendanaan, fasilitasi, maupun bantuan," jelas Dede.

Dede kemudian turut mengajak perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kompetensi maupun kualitas lulusan. "Peran serta perguruan tinggi juga penting untuk meningkatkan kompetensi, kualitas agar luaran dari kampus kita bisa lebih baik lagi," kata Dede.

Plt Sekretaris Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek, Tjitjik Srie Tjahjandarie, pada kesempatan itu menjelaskan, sasaran penerima manfaat hibah fasilitas penunjang riset di bidang inovasi pembelajaran adalah PTS dan PTN baru. Program itu merupakan insentif yang didasarkan pada beberapa kriteria dan indikator. "Antara lain capaian delapan IKU, ketertiban dalam pelaporan PD-DIKTI, memiliki akreditasi BAN-PT, dan memiliki mahasiswa aktif dengan jumlah 300-10.000 orang," jelas dia.

Lebih lanjut Tjitjik menjelaskan, bentuk hibah fasilitas penunjang riset inovasi pembelajaran sangat bervariatif disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi. Perguruan tinggi dia sebut dapat memilih bentuk hibah, antara lain paket Smart Classroom, unit Smart Board, laptop, personal computer, digital projector, atau UPS.

Tjitjik berharap, perguruan tinggi penerima hibah fasilitas penunjang riset inovasi pembelajaran dapat memaksimalkan pemanfaatan peralatan maupun sarana yang dihibahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan pencapaian IKU perguruan tinggi.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA