Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Erupsi Semeru, AP I dan AP II Pastikan Operasional Bandara Tetap Normal

Rabu 07 Dec 2022 17:56 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Bandara Abdulrachman Saleh Malang terdampak abu vulkanik Semeru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aktivitas Gunung Semeru saat ini masih terpantau dalam level awas sejak erupsi terjadi pada Ahad (4/12/2022). Meskipun begitu, bandara yang berada di sekitar gunung tersebut memastikan operasional masih berjalan normal. 

“Bandara Angkasa Pura II terdekat yaitu Bandara Banyuwangi, untuk saat ini operasional masih berjalan normal,” kata VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) Cin Asmoro kepada Republika, Rabu (7/12/2022). 

Cin menjelaskan, saat ini AP II juga masih terus memantau bersama stakeholders lain sebagai upaya antisipasi. Cin memastikan, Bandara Banyuwangi secara intens berkordinasi. 

“Ini dilakukan untuk memitigasi dan memonitoring dengan Instansi terkait seperti Otoritas Bandara Wilayah 3 Surabaya, BMKG, Airnav Indonesia, dan maskapai,” tutur Cin. 

Sementara itu, bandara yang dikelola PT Angkasa Pura  I (Persero) juga ada yang berada dekat dengan Gunung Semeru yakni Bandara Juanda Surabaya. VP Corporate Secretary AP I Rahadian D Yogisworo memastikan, hingga saat ini operasional penerbangan dan pelayanan jasa kebandarudaraan di Bandara Juanda Surabaya tetap berjalan secara normal.

Berdasarkan pantauan citra Satelit Cuaca Himawari, per hari ini (7/12/2022) pukul 13.00 WIB menunjukkan arah angin dan sebaran debu vulkanik tidak bergerak ke arah kawasan ruang udara Bandara Juanda Surabaya. Rahadian memastikan, personel di Bandara Juanda Surabaya telah melakukan serangkaian pengujian lapangan melalui paper test untuk mengetahui sebaran abu di wilayah aerodrome bandara dengan hasil negatif.

Rahadian menuturkan, AP I terus berkoordinasi dengan pihak terkait yaitu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Airnav Indonesia, dan maskapai penerbangan. “Koordinasi ini untuk melakukan monitoring secara berkala terkait persebaran debu vulkanik di kawasan ruang udara bandara,” ujar Rahadian. 

Rahadian memastikan AP I siap untuk menerapkan rencana antisipasi atau contingency plan dengan berpedoman pada Airport Disaster Management Plan (ADMP) jika diperlukan penanganan. Khususnya terkait keadaan darurat yang disebabkan oleh faktor alam dan bencana alam.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan operasional penerbangan di bandara sekitar Gunung Semeru, seperti Bandara Abdulrachman Saleh, Bandara Banyuwangi, dan Bandara Juanda Surabaya tetap beroperasi normal sejak erupsi terjadi. Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Nur Isnin Istiartono mengatakan terus melakukan koordinasi dan monitoring secara intensif terkait perkembangan informasi terkini pascaerupsi Gunung Semeru untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan di bandara terdekat.

Khusus Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Isnin mengatakan memang terdampak abu vulkanik namun tidak sampai membuat bandara tersebut ditutup. “Operasional penerbangan tetap berjalan normal. Kami akan terus melakukan monitoring secara intensif dan menyiapkan langkah mitigasi sesuai aturan," kata Isnin. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA