Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

MUI Bogor Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar

Rabu 07 Dec 2022 17:01 WIB

Red: Ani Nursalikah

Petugas dari Brimob melakukan penjagaan di kawasan TKP bom bunuh diri di Markas Sektor Kepolisian Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (7/12/2022). Dalam peristiwa itu ada 11 orang yang menjadi korban. 10 orang merupakan anggota polisi dan satu orang warga sipil yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Sedangkan pelaku bom bunuh diri dipastikan tewas di lokasi. MUI Bogor Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar

Petugas dari Brimob melakukan penjagaan di kawasan TKP bom bunuh diri di Markas Sektor Kepolisian Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu (7/12/2022). Dalam peristiwa itu ada 11 orang yang menjadi korban. 10 orang merupakan anggota polisi dan satu orang warga sipil yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Sedangkan pelaku bom bunuh diri dipastikan tewas di lokasi. MUI Bogor Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar

Foto: Edi Yusuf/Republika
MUI Bogor meminta umat Islam jangan sampai terpancing.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN BOGOR -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengecam aksi bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu pagi (7/12/2022).

"MUI Kabupaten Bogor sangat menyayangkan aksi bom bunuh diri yang terjadi di Bandung tadi pagi. Ini ancaman ideologis bagi kita semua," kata Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI Kabupaten Bogor Saepudin Muhtar alias Gus Udin di Cibinong, Bogor, Rabu.

Baca Juga

Menurutnya, aksi bom bunuh diri, terlebih sampai menghilangkan nyawa orang, merupakan tindakan yang sama sekali tidak dianjurkan agama mana pun. "Tidak ada satu pun agama yang mengajarkan untuk menyakiti diri sendiri dan orang lain. Semua agama mengajarkan perdamaian," kata Gus Udin.

Ia mengaku tak heran, para pelaku bom bunuh diri membawa-bawa atribut umat Islam. Padahal, menurut Gus Udin, ajaran Islam yang benar tidak membolehkan untuk menyakiti diri sendiri, terlebih membunuh diri sendiri.

"Umat Islam jangan sampai terpancing. Agama Islam tak pernah mengajarkan hal tersebut," ujarnya.

Ketua MUI Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Aji mengimbau para ulama dan kiai memperkuat ajaran agama Islam yang wasathiyyah atau tidak berbenturan dengan sistem pemerintahan. "Pemahaman keagamaan itu harus utuh. Guru-guru di sekolah harus mengajarkan pemahaman agama yang benar, tidak radikal, tapi Islam wasatiah dan rahmatan lil alamin. Supaya tidak ada lagi pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Polrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung mengatakan pelaku bom bunuh diri di kantor Polsek Astanaanyar tewas di lokasi pascaledakan. Ia mengatakan peristiwa bom bunuh diri itu terjadi sekitar pukul 08.20 WIB ketika para anggota Polsek Astanaanyar sedang melakukan apel pagi.

Aswin menambahkan pelaku bom bunuh diri itu berjenis kelamin laki-laki. "Lelaki tersebut menerobos barisan apel pagi yang sedang dilaksanakan sembari mengacungkan senjata. Seketika, anggota menghindar, tak lama kemudian ada ledakan," kata dia di lokasi pascaledakan.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Suntana menyebutkan ada 11 orang yang menjadi korban dalam peristiwa ledakan bom bunuh diri di Markas Kepolisian Sektor Astanaanyar, Kota Bandung, Rabu. Dari 11 orang itu, 10 orang merupakan anggota polisi dan satu orang warga sipil yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Sedangkan, pelaku bom bunuh diri dipastikan tewas di lokasi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA