Thursday, 11 Rajab 1444 / 02 February 2023

Menilik Kecanggihan Stadion Piala Dunia di Qatar

Rabu 07 Dec 2022 14:16 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/Setyanavidita Livikacansera/ Red: Dwi Murdaningsih

Upacara pembukaan pertandingan sepak bola grup B Piala Dunia 2022 antara Iran dan AS di Stadion Al Thumama di Doha, Qatar, 29 November 2022.

Upacara pembukaan pertandingan sepak bola grup B Piala Dunia 2022 antara Iran dan AS di Stadion Al Thumama di Doha, Qatar, 29 November 2022.

Foto: EPA-EFE/Ali Haider
Qatar bersolek untuk perhelatan pesta sepak bola terbesar di dunia ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, pada 2010, Qatar telah melakukan berbagai persiapan yang tak main-main. Dari segi infrastruktur, panitia segera membangun tujuh tempat baru dan merenovasi satu stadion untuk perhelatan pesta sepak bola terbesar di dunia ini.

Dikutip dari Sport Techie, pekan lalu, seluruh stadion yang digunakan untuk menggelar pertandingan ini, telah dilengkapi sistem pendingin baru bertenaga surya. AC akan didorong keluar melalui ventilasi di bawah kursi penonton dan di sepanjang sisi lapangan permainan.

Baca Juga

Sensor yang tersebar di setiap tempat ini, akan membantu menyesuaikan aliran udara dan suhu yang bervariasi untuk menjaga setiap orang pada target suhu 21 derajat Celcius. Pusat pengendalian suhu hingga faktor keamanan, dipusatkan di satu lokasi ditenagai oleh teknologi dari pengembang perangkat lunak asal Irlandia, Aspire.

Pemanfaatan teknologi digital twin atau kembaran virtual pun dihadirkan dalam stadion Piala Dunia kali ini. VP, OpenBlue Platform Engineering, Data and Analytics at Johnson Control, Laura Hahn, menjelaskan, teknologi digital twin ini menyerap data langsung dari sekitar 40 ribu perangkat Internet of Things (IoT).

Dengan demikian, berbagai insight atau informasi berharga akan dapat dikelola di setiap lokasi secara real time. Mulai dari, menyesuaikan cahaya lampu atau suhu, mengelola aliran keramaian melalui pintu atau pintu keluar tertentu, hingga sistem manajemen gedung yang memungkinkan berbagai perangkat yang berbeda ini, memberikan penilaian yang kuat terhadap suatu situasi tertentu.

Pusat komando ini juga memiliki akses ke teknologi pengenalan wajah dari ka mera CCTV di Doha. Termasuk juga, teknologi pengawasan pesawat nirawak yang dikembangkan oleh Universitas Qatar.

Chief Technology Officer Aspire Niyas Abdulrahim menjelaskan, apa yang dihadirkan di stadion Piala Dunia Qatar adalah sebuah standar baru. "Stadion berteknologi seperti ini akan menjadi tren baru dalam pengoperasian sebuah venue. Ini adalah kontribusi kami dari Qatar ke dunia olahraga. Apa yang Anda lihat di sini adalah masa depan pengoperasian stadion," ujar Niyas.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA