Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Inggris Segera Izinkan Vaksin Covid-19 Pfizer untuk Bayi 

Rabu 07 Dec 2022 06:45 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Friska Yolandha

Seorang gadis menerima vaksinasi Pfizer COVID-19 pertamanya saat pembukaan kelas di Sekolah Dasar San Juan di metro Manila, Filipina pada Senin, 22 Agustus 2022. Regulator kesehatan Inggris pada Selasa (6/12/2022) mengizinkan penggunaan vaksin virus corona Pfizer/BioNTech untuk bayi dan anak berusia enam bulan hingga 4 tahun.

Seorang gadis menerima vaksinasi Pfizer COVID-19 pertamanya saat pembukaan kelas di Sekolah Dasar San Juan di metro Manila, Filipina pada Senin, 22 Agustus 2022. Regulator kesehatan Inggris pada Selasa (6/12/2022) mengizinkan penggunaan vaksin virus corona Pfizer/BioNTech untuk bayi dan anak berusia enam bulan hingga 4 tahun.

Foto: AP/Aaron Favila
Dari data uji klinis, efek samping vaksin pfizer sesuai dengan yang diantisipasi.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Regulator kesehatan Inggris pada Selasa (6/12/2022) mengizinkan penggunaan vaksin virus corona Pfizer/BioNTech untuk bayi dan anak berusia enam bulan hingga 4 tahun. Dalam pernyataannya, Badan Regulasi Obat dan Produk Kesehatan (MHRA) mengatakan bahwa vaksin Comirnaty COVID telah memenuhi standar keamanan, kualitas, dan efektivitas yang dipersyaratkan.

"Penyajian ini dirancang khusus untuk kelompok usia baru ini dan diberikan dengan dosis yang lebih rendah dibandingkan dengan yang digunakan pada individu berusia 5 hingga 11 tahun (3 mikrogram dibandingkan dengan 10 mikrogram)," kata MHRA dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (7/12/2022).

Baca Juga

Dikatakan bahwa sebelum keputusan tersebut, agensi meninjau data dari uji klinis yang sedang berlangsung yang melibatkan 4.526 peserta. Mereka mencatat bahwa efek samping yang diharapkan sesuai dengan apa yang dapat diantisipasi dari vaksin pada kelompok usia ini.

"Diberikan sebagai tiga suntikan di lengan atas, dengan dua dosis pertama diberikan dengan jarak 3 minggu, diikuti dengan dosis ketiga yang diberikan setidaknya 8 minggu setelah dosis kedua," tambah pernyataan itu.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA