Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

KNPI Masukkan Erick Thohir dalam Bursa Cawapres Pemilu 2024

Selasa 06 Dec 2022 23:47 WIB

Red: Bayu Hermawan

Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir

Foto: dok. istimewa
KNPI nilai Erick Thohir punya kompentensi sebagai seorang pemimpin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil rapat pleno IV DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) memasukkan nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) potensial yang bakal diusung organisasi tersebut pada Pemilu 2024.

"Pak Erick Thohir memiliki kompetensi mumpuni sebagai seorang pemimpin. Sehingga, hal itu menjadi faktor keunggulan Erick Thohir yang tidak dimiliki oleh figur lainnya," kata Ketua DPP KNPI Bidang Organisasi Choir Syaripudin melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca Juga

DPP KNPI menilai kinerja Menteri BUMN tersebut tergolong bagus dalam memimpin perusahaan pelat merah, sehingga masuk sebagai cawapres potensial yang bakal diusung.

Alasan berikutnya, ujar Choir, Erick juga disukai milenial. Sebab, menempatkan talenta muda berbakat di BUMN mengisi pos-pos strategis di perusahaan negara.

"Pak Erick Thohir banyak mendorong pemimpin-pemimpin muda masuk dalam direksi di berbagai perusahaan BUMN," ujar dia.

Hal tersebut dinilai cocok dengan KNPI sebagai basis wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan di Tanah Air. Oleh karena itu, ia menilai, mantan Presiden Inter Milan FC tersebut berpotensi mendapatkan dukungan dari kelompok milenial, pemilih pemula, hingga warganet pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia mengeluarkan hasil survei terbarunya dengan menempatkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden yang meraih elektabilitas tertinggi dari nama-nama lain.

Sedangkan untuk cawapres, nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil masih yang tertinggi dengan perolehan 19,7 persen. Menariknya, elektabilitas Erick Thohir terus meningkat di tahun 2022. Di awal 2022 elektabilitas Erick hanya tujuh persen, namun di survei terakhir mencapai sembilan persen.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA