Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Kemenkes Siapkan 420 RS Pendidikan di Seluruh Indonesia

Selasa 06 Dec 2022 21:43 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Dwi Murdaningsih

Dokter gigi (ilustrasi)

Dokter gigi (ilustrasi)

Foto: www.pixabay.com
Kemenkes mempercepat pemenuhan dokter dan spesialis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono menyebutkan Kementerian Kesehatan bertekad mempercepat pemenuhan dokter, dokter gigi dan spesialis guna memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat membuka Acara Mukmar, Seminar dan Workshop Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI). 

“Seperti yang kita tahu, banyak fasilitas pelayanan kesehatan yang masih kekurangan tenaga kesehatan, dibutuhkan waktu sekitar 7-36 tahun untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di jejaring layanan rujukan,” kata Wamenkes, Senin (5/12/2022).

Baca Juga

 

Wamenkes menjelaskan, upaya akselerasi dilakukan dengan menambah kuota dan jumlah prodi di fakultas kedokteran serta melakukan program pengampuan RS pendidikan terhadap RS lainnya.

fnMw8rlitF0

 

Skema ini disebut juga dengan Academic-Based Health System (AHS). Rumah sakit  didorong agar tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam bidang pendidikan dan penelitian.

 

“Nantinya akan kita bentuk sistem RS online untuk meningkatkan sistem integrasi dan interoperabilitas antarrumah sakit, sehingga RS Pendidikan yang sudah ada bisa mengampu RS lainnya,” ujar Wamenkes.

 

Di Indonesia sendiri, program AHS telah dilaksanakan sejak tahun 2010 oleh Universitas Indonesia. Kala itu, fakultas kedokteran UI diintegrasikan dengan RSUPN Cipto Mangunkusumo untuk memberikan layanan kesehatan juga meningkatkan produksi tenaga kesehatan yang berkualitas dan bermutu.

 

Sejak saat itu, program AHS terus diperluas, mencakup 6 fakultas kedokteran diantaranya Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Airlangga (UNAIR), dan Universitas Hasanuddin (UNHAS).

 

Keenam fakultas kedokteran tersebut kemudian melakukan pengampuan di enam wilayah. Hasilnya, jumlah RS Pendidikan meningkat hingga 210 RS di seluruh di Indonesia, terdiri dari 82 unit RSP Utama, 13 RSGM, 28 RS Afiliasi, dan 87 RS Satelit.

 

Jumlah ini, lanjut Wamenkes tengah diupayakan untuk ditingkatkan. Sebab, masih ada sekitar 210 RS yang berpotensi untuk dijadikan RS Pendidikan.

 

“Totalnya nanti akan ada 420 RS Pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia, harapannya ini mampu memberikan layanan kesehatan yang memadai, sekaligus bisa menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas dan bermutu” tutur Wamenkes

 

Guna mewujudkan target tersebut, Wamenkes meminta agar ARSPI aktif melakukan pendampingan dan memberikan bimbingan kepada 210 RS yang belum ditetapkan menjadi RS Pendidikan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA