Rabu 07 Dec 2022 00:35 WIB

Kosovo akan Ajukan Permohonan untuk Jadi Anggota Uni Eropa

Kosovo ajukan permohonan untuk menjadi anggota Uni Eropa pada akhir tahun ini.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Presiden Kosovo Vjosa Osmani pada Selasa (6/12/2022) mengatakan, negaranya akan mengajukan permohonan untuk menjadi anggota Uni Eropa pada akhir tahun ini.
Foto: AP/Olivier Douliery/Pool AFP
Presiden Kosovo Vjosa Osmani pada Selasa (6/12/2022) mengatakan, negaranya akan mengajukan permohonan untuk menjadi anggota Uni Eropa pada akhir tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, TIRANA -- Presiden Kosovo Vjosa Osmani pada Selasa (6/12/2022) mengatakan, negaranya akan mengajukan permohonan untuk menjadi anggota Uni Eropa pada akhir tahun ini. Dia menjanjikan komitmen ini dalam pembicaraan yang disponsori Brussel dengan Serbia untuk menyelesaikan perbedaan yang belum terselesaikan.

"Saya akan mengumumkan hari ini di sini di depan semua pemimpin Uni Eropa bahwa Kosovo akan mengajukan permohonannya untuk menjadi anggota Uni Eropa pada akhir tahun ini," kata Osmani setibanya di pertemuan puncak Uni Eropa- Balkan Barat di Tirana. 

Lima negara Balkan Barat, yaitu Albania, Bosnia, Montenegro, Makedonia Utara, dan Serbia berada pada tahap berbeda dalam proses menjadi anggota Uni Eropa. Namun Kosovo, yang mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia pada 2008, belum mengajukan permohonan.

Serbia dan Kosovo pada 2013 berkomitmen pada dialog yang disponsori Uni Eropa untuk menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan. Tetapi dialog tersebut hanya mencapai sedikit kemajuan. Kesepakatan dengan Kosovo tetap menjadi salah satu prasyarat utama bagi Serbia untuk bergabung dengan Uni Eropa.

"Kami percaya bahwa dialog yang dipimpin oleh Uni Eropa dan didukung penuh oleh Amerika Serikat adalah satu-satunya cara untuk mencapai kesepakatan akhir yang berpusat pada pengakuan satu sama lain," kata Osmani.

Presiden Serbia Aleksandar Vucic juga menyatakan komitmen dan dialog yang disponsori Uni Eropa dengan Kosovo. “Tetapi pada saat yang sama kami harus melindungi kepentingan kami sesuai dengan konstitusi,” kata Vucic.

Konstitusi Serbia menganggap Kosovo sebagai bagian integral dari Serbia.  Serbia kehilangan kendali atas Kosovo pada 1999 setelah 11 minggu serangan udara NATO untuk menghentikan pembunuhan dan pengusiran etnis Albania dalam kontra-pemberontakan Serbia.

"Kami selalu mendorong dialog antara Beograd dan Pristina, yang harus dilakukan dengan itikad baik untuk kedua belah pihak," kata Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement