Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Didukung Jadi Ketum PSSI, Erick: Nanti Kita Lihat Saja

Selasa 06 Dec 2022 21:30 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Muhammad Akbar

Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) memaparkan paparannya pada dialog publik di Jalan Soekarno Hatta, Batununggal, Kota Bandung, Jumat (2/12/2022). Dalam kunjungannya di Bandung, Menteri BUMN Erick Thohir berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Jawa Barat serta menjadi pembicara dialog publik dengan tema Transformasi BUMN Dalam Menopang UMKM di Indonesia. Republika/Abdan Syakura

Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) memaparkan paparannya pada dialog publik di Jalan Soekarno Hatta, Batununggal, Kota Bandung, Jumat (2/12/2022). Dalam kunjungannya di Bandung, Menteri BUMN Erick Thohir berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Jawa Barat serta menjadi pembicara dialog publik dengan tema Transformasi BUMN Dalam Menopang UMKM di Indonesia. Republika/Abdan Syakura

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Erick mengatakan akan melihat perkembangan ke depannya pemilihan ketum PSSI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir menanggapi soal dukungan masyarakat terhadapnya untuk memimpin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Ia mengatakan akan melihat perkembangan ke depannya menjelang pemilihan Ketua Umum PSSI.

"Belum tahu nanti kita lihat saja, itu kan ada sistem pemilihannya ya, tapi yang pasti ya kita lakukan yang ada dulu sekarang," kata Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/12).

Dukungan masyarakat kepadanya untuk menjabat sebagai Ketua Umum PSSI menggantikan Mochamad Iriawan pun dinilainya merupakan hal yang sah-sah saja.

"Ya itu kan publik wacana publik, ya sah-sah saja," ungkapnya.

Kendati demikian, ia menilai masih terlalu dini untuk memutuskan pencalonan ketua umum PSSI. Sebagai Menteri BUMN, Erick mengaku tengah fokus menghadapi masalah pertumbuhan ekonomi yang diprediksi akan melambat di tahun depan.

"Saya rasa terlalu dini, orang ini lagi rapat mengenai 2023 di mana pertumbuhan ekonomi dari banyak negara itu melambat ya dan kita sendiri diprediksi tetap di 5 tetapi inflasinya menurun. Saya rasa kami di BUMN ya kita fokus di hal itu dulu," ujarnya.

Sebelumnya, Erick mengatakan, PSSI harus dibongkar total demi menciptakan ekosistem sepak bola Indonesia yang lebih baik serta meningkatkan prestasi tim nasional.

Erick yang juga merupakan anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) itu tak menolak maupun secara terang-terangan menyatakan bersedia maju dalam bursa calon ketua umum PSSI. Dia hanya mengatakan akan mempertimbangkan usulan itu apabila mendapat banyak dukungan dari para anggota PSSI.

Dari hasil survei Indikator Politik Indonesia, masyarakat mengganggap Erick Thohir sosok yang paling tepat memimpin PSSI. Erick Thohir mendapatkan dukungan dari 24,1 persen responden untuk menjadi Ketua Umum PSSI, mengungguli tujuh nama lain.

Lembaga survei lainnya, Polling Institute juga menyatakan, berdasarkan hasil survei mereka, masyarakat mendukung Erick Thohir menjadi Ketua Umum PSSI berikutnya.

"Dari 13 pilihan nama, sebanyak 17,6 persen responden memilih Erick Thohir menjadi Ketua Umum PSSI, tertinggi dibandingkan yang lain," ujar peneliti Polling Institute Muhamad Akib.

Adapun 12 nama lain yang ditanyakan bersamaan dengan Erick Thohir (17,6 persen) yaitu Kaesang Pangarep (6,0 persen), Dede Yusuf (5,1 persen), Mahfud MD (4,3 persen), Mochamad Iriawan (3,7 persen), Hary Tanoesoedibjo (3,5 persen), Nurdin Halid (2,6 persen), Azrul Ananda (2,2 persen), Achsanul Qosasi (2,0 persen), Dudung Abdurachman (2,0 persen), Prananda Surya Paloh (2,0 persen), Ratu Tisha Destria (1,4 persen) dan La Nyala Mattalitti (0,1 persen).

PSSI akan menggelar kongres luar biasa (KLB) untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum dan anggota komite eksekutif (Exco) anyar pada 16 Februari 2023. Sebelum itu, akan dilaksanakan Kongres Biasa untuk penentuan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) pada 14 Januari 2023.   

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA