Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Direktur Tersangka, Waskita Siap Kooperatif

Selasa 06 Dec 2022 18:25 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Agus Yulianto

Terdakwa mantan Kepala Divisi I PT Waskita Karya Persero Tbk periode 2008-2012 Adi Wibowo (tengah) menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (10/10/2022). Majelis hakim memvonis Adi Wibowo dengan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan dalam kasus korupsi pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tahun Anggaran 2011.  (Ilustrasi)

Terdakwa mantan Kepala Divisi I PT Waskita Karya Persero Tbk periode 2008-2012 Adi Wibowo (tengah) menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (10/10/2022). Majelis hakim memvonis Adi Wibowo dengan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan dalam kasus korupsi pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tahun Anggaran 2011. (Ilustrasi)

Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Kasus hukum yang sedang terjadi tidak berdampak pada kegiatan perusahaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajemen PT Waskita Karya (Persero) angkat suara perihal penetapan tersangka terhadap salah satu direkturnya. Senior Vice President Corporate Secretary Waskita Karya Novianto Ari Nugroho mengatakan, manajemen Waskita Karya menghormati segala proses penyidikan yang sedang dilakukan penyidik Kejaksaan Agung.

"Saat ini Waskita juga berkomitmen untuk kooperatif dan mendukung para penegak hukum dalam pemberantasan korupsi," ujar Ari di Jakarta, Selasa (6/12).

Ari menyebut, kasus hukum yang sedang terjadi tidak berdampak pada kegiatan perusahaan, baik secara operasional maupun keuangan. Dalam menjalankan proses bisnisnya, kata Ari, Waskita Karya selalu berpedoman kepada prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik.

"Waskita terus berkomitmen agar proses bisnis dijalankan sesuai dengan prinsip profesionalisme serta integritas yang tinggi," kata Ari menambahkan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA