Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Menpora RI: Liga 1 Dimulai karena Timnas Indonesia Butuh Persiapan

Selasa 06 Dec 2022 17:53 WIB

Red: Endro Yuwanto

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali saat konferensi pers terkait perkembangan Liga 1 di Menko Polhukam, Jakarta, Senin (5/12/2022).

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali saat konferensi pers terkait perkembangan Liga 1 di Menko Polhukam, Jakarta, Senin (5/12/2022).

Foto: Republika/Thoudy Badai
Kesiapan timnas Indonesia menyangkut dua hal, yakni latihan dan kompetisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali mengatakan, keputusan memulai kembali kompetisi sepak bola Liga 1 Indonesia, salah satunya karena tim nasional (timnas) Indonesia memerlukan sejumlah persiapan.

"Kemarin pemerintah sudah mengumumkan Liga 1 dilanjutkan kembali (dengan evaluasi dan rekomendasi). Di samping itu ada kebutuhan timnas kita, yang membutuhkan ada kompetisi karena ada kegiatan-kegiatan yang membutuhkan kesiapan timnas," kata Menpora kepada wartawan, seusai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Baca Juga

Amali mengatakan, kesiapan timnas diperlukan menyangkut akan adanya kejuaraan Piala AFF, kemudian Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, serta sejumlah kegiatan lain ke depan. Dia menekankan, kesiapan timnas menyangkut dua hal yakni latihan dan kompetisi.

"Kesiapan yang pertama adalah latihan. Itu sudah dilakukan di bawah pelatih kita, dan bahkan sudah tryout ke luar negeri. Kalau untuk untuk U-20 sudah ke Turki dan Spanyol. Setelah itu (kesiapan) yang kedua itu harus ada kompetisi supaya mereka terasah terus kemampuannya," jelas Amali.

Menpora menekankan, dengan adanya peraturan kepolisian saat ini, maka penyelenggaraan kompetisi Liga 1 akan sangat ketat terutama dalam hal penonton.

"Sebelum izin dikeluarkan pihak kepolisian, Kementerian PUPR dan Kementerian Kesehatan meninjau tempat-tempat pelaksanaan pertandingan itu. Tapi sekarang masih tanpa penonton. Dan mudah-mudahan ini akan semakin baik tata kelola dan ekosistem dalam persepakbolaan nasional sehingga ini juga akan membuat pembinaan-pembinaan ke depannya akan menjadi baik. Itu saja," jelas Menpora.

Lebih jauh Amali menyampaikan persoalan pendukung atau suporter akan ditata sesuai dengan panduan UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Dalam undang-undang tersebut diatur bahwa pendukung klub sepak bola harus terorganisasi dalam sebuah kelompok, memiliki tanda keanggotaan, serta kelompoknya memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga agar ada perlindungan dan tanggung jawab manakala terjadi sesuatu kepada anggota.

Sambil menanti penataan kelompok pendukung sepak bola itu, maka kompetisi Liga 1 diputuskan untuk berjalan lebih dulu dan tanpa penonton.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA