Saturday, 6 Rajab 1444 / 28 January 2023

Rusia Kerahkan Sistem Pertahanan Rudal di Pulau Kuril, Dekat Jepang

Selasa 06 Dec 2022 18:55 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani

Rusia telah mengerahkan sistem pertahanan rudal di Pulau Kuril utara.

Rusia telah mengerahkan sistem pertahanan rudal di Pulau Kuril utara.

Foto: EPA/KIMIMASA MAYAMA
Jepang mengklaim Pulau Kuril sebagai wilayah utara

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia telah mengerahkan sistem pertahanan rudal di Pulau Kuril utara. Pulau ini adalah bagian dari rantai pulau yang berlokasi strategis yang membentang antara Jepang dan Semenanjung Kamchatka, Rusia.

Jepang mengklaim Pulau Kuril selatan yang dikuasai Rusia, yang disebut Tokyo sebagai Wilayah Utara. Pertikaian teritorial ini terjadi pada akhir Perang Dunia Kedua, ketika pasukan Soviet merebutnya dari Jepang. Sistem Bastion Rusia, yang memiliki rudal dengan jangkauan penerbangan hingga 500 kilometer, dikerahkan di Pulau Paramushir.

"Prajurit pesisir Armada Pasifik akan terus berjaga sepanjang waktu untuk mengontrol wilayah perairan dan zona selat yang berdekatan," kata pernyataan Kementerian Pertahanan.

Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa, sebuah kamp militer didirikan di Paramushir dengan fasilitas yang memungkinkan untuk layanan, akomodasi, rekreasi, dan makanan sepanjang tahun untuk personel militer. Pengerahan ini dilakukan setahun setelah Rusia memasang sistem Bastion di Pulau Matua, atau di bagian tengah punggung bukit Kuril.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno pada Selasa (6/12/2022) mengatakan, pemerintah akan memantau dengan cermat aktivitas militer Rusia. Matsuno menambahkan, aktivitas militer Rusia telah meningkat di wilayah timur jauh bersamaan dengan invasi Moskow ke Ukraina. Lembaga think tank Center for Strategic and International Studies yang berbasis di Washington dalam laporan September mengatakan, militerisasi Moskow di Kepulauan Kuril sebagian besar tidak terdeteksi.

"Langkah-langkah Rusia untuk meningkatkan kehadirannya menunjukkan bahwa pulau-pulau itu akan terus memainkan peran yang merusak di masa depan hubungan Rusia-Jepang. Jepang dan Amerika Serikat harus memperdalam konsultasi mengenai kegiatan Rusia di kawasan itu," ujar laporan Center for Strategic and International Studies.

Rusia menarik diri dari pembicaraan perjanjian damai dengan Jepang dan membekukan proyek ekonomi bersama terkait Kepulauan Kuril yang disengketakan. Langkah ini diambil karena Jepang menjatuhkan sanksi kepada Moskow atas invasinya ke Ukraina.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA