Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Perempuan dengan Indeks Massa Tubuh Tinggi Lebih Berisiko Alami Long-Covid

Selasa 06 Dec 2022 04:00 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Pencegahan Covid-19 (ilustrasi). Long Covid adalah kondisi yang terjadi ketika gejala Covid-19 bertahan lebih dari 12 pekan setelah seseorang didiagnosis.

Pencegahan Covid-19 (ilustrasi). Long Covid adalah kondisi yang terjadi ketika gejala Covid-19 bertahan lebih dari 12 pekan setelah seseorang didiagnosis.

Foto: www.pixabay.com
Long Covid ditandai dengan kelelahan ekstrem, sesak napas, hingga kabut otak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Prempuan yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) tinggi berisiko lebih tinggi untuk mengalami long-Covid. Hal tersebut terungkap sebuah studi dalam jurnal PLOS Global Public Health.

Long Covid atau dikenal sebagai sindrom pasca-Covid-19 merupakan kondisi saat gejala selama atau setelah infeksi SARS-CoV-2 yang bertahan selama lebih dari 12 pekan setelah didiagnosis. Gejala dapat berkisar dari batuk, kelelahan, dan sesak napas, kabut otak, tinitus, hingga nyeri dada.

Baca Juga

Seperti dikutip dari Medical Daily, belum lama ini, para peneliti mensurvei orang-orang di Norfolk, Inggris Timur Inggris yang didiagnosis dengan Covid-19 pada tahun 2020. Secara total, sekitar 1.487 orang berpartisipasi dalam survei tersebut.

Mereka diminta menjawab pertanyaan tentang pra dan kondisi setelah sembuh dari Covid-19, seperti sesak napas, kehilangan indra perasa atau penciuman, dan penggunaan layanan kesehatan terkait dengan long Covid.

"Kami ingin mengetahui faktor-faktor apa yang mungkin membuat orang lebih atau kurang rentan untuk mengembangkan long Covid," kata penulis studi Vassilios Vassiliou dari University of East Anglia's (UEA) Norwich Medical School.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA