Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Marak Terjadi Gempa, BPBD Tasikmalaya Gelar Simulasi Bencana di Sekolah

Senin 05 Dec 2022 19:03 WIB

Rep: bayu adji p/ Red: Hiru Muhammad

Siswa SDN Galunggung di Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, melakukan simulasi bencana gempa bumi, Senin (5/12/2022).

Siswa SDN Galunggung di Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, melakukan simulasi bencana gempa bumi, Senin (5/12/2022).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Kegiatan simulasi merupakan inisiasi dari SDN Galunggung.

REPUBLIKA.CO.ID,TASIKMALAYA--Ratusan siswa dan guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Galunggung Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, menggelar simulasi menghadapi bencana gempa bumi, Senin (5/12/2022). Simulasi bencana itu dilakukan agar warga sekolah siap apabila sewaktu-waktu terjadi gempa bumi yang mengguncang wilayah Kota Tasikmalaya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar, mengatakan, kegiatan simulasi merupakan inisiasi dari SDN Galunggung. Pasalnya, belakangan marak terjadi gempa bumi yang mengguncang wilayah Jawa Barat (Jabar). "Jadi kami memberikan edukasi kebencanaan di sekolah SD ini," kata dia.

Baca Juga

Ucu mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan simulasi itu. Pasalnya, kegiatan itu sejalan dengan program BPBD Kota Tasikmalaya yang ingin setiap sekolah di daerah itu menjadi satuan pendidikan aman bencana.

Setelah dilakukan simulasi bencana itu, ia berharap pihak sekolah dapat membentuk satuan tugas (satgas) bencana. Dengan begitu, langkah-langkah yang harus dilakukan para siswa dan guru ketika terjadi bencana dapat dilakukan dengan maksimal.

Berdasarkan pantauan Republika, simulasi itu bermula ketika para siswa sedang belajar di dalam ruang kelas. Suara bel sekolah tiba-tiba berbunyi, menandakan seolah-olah terjadi gempa bumi.

Mendengar suara bel sekolah, para guru menginstruksikan siswa di dalam kelas untuk berlindung ke kolong meja. Setelah suasana tenang, para siswa diarahkan keluar ruangan dengan tetap melindungi bagian kepala menggunakan tas dan berkumpul di lapangan. Setelah berkumpul di lapangan, para guru memeriksa kondisi siswa.

Menurut Ucu, berdasarkan hasil simulasi itu, terdapat sejumlah bahan evaluasi yang harus diperhatikan pihak sekolah. Salah satunya adalah kondisi tangga sekolah. Mengingat, tangga di SDN Galunggung hanya memiliki lebar sekitar 1,5 meter."Lebar tangga harus diprrhatikan, juga ketinggian tangga," kata dia.

Tak hanya itu, Ucu menilai, kondisi sarana dan prasarana di sekolah tersebut juga belum cukup memadai untuk menghadapi bencana alam maupun nonalam. Ia mencontohkan, belum ada alat pemadam api ringan yang tersedia di sekolah itu.

Kepala SDN Galunggung, N Oon, mengatakan, kegiatan simulasi itu dilakukan untuk memberikan edukasi terhadap guru dan siswa di sekolahnya. Apalagi, belakangan marak terjadi gempa bumi di wilayah Jabar, khususnya di Kabupaten Cianjur. Terlebih, dalam dua hari ke belakang terjadi gempa bumi yang mengguncang wilayah Kota Tasikmalaya. "Kami ingin melakukan kegiatan ini agar siswa dan guru paham ketika ada gempa. Jadi tidak sampai ada korban ketika bencana," ujar dia.

Ia mengakui, terdapat banyak evaluasi setelah simulasi bencana itu dilakukan. Ia pun sadar di sekolahnya masih banyak kekurangan. Salah satu bahan evaluasi utama adalah kondisi tangga yang terlalu sempit. Para siswa mengaku kesulitan saat harus menuruni tangga."Ini jadi perhatian kami, karena di (lantai) atas ada sembilan kelas," ujar dia.

Oon menambahkan, di sekolahnya juga belum terdapat APAR. Termasuk, keberadaan satgas bencana yang belum terbentuk di sekolahnya. Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait hasil simulasi itu. Pasalnya, di sekolahnya terdapat sekitar 907 siswa dan 85 guru."Dengan ada kegiatan ini, kami bisa evaluasi dan bisa mempersiapkan pembenahan. Ini pasti akan saya susun programnya. Jadi kegiatan ini bukan hanya untuk edukasi, tapi juga untuk evaluasi," kata dia.

Sebelumnya, bencana gempa bumi memang mengguncang wilayah Kota Tasikmalaya pada Sabtu (3/12/2022) sore. Gempa bumi yang itu berpusat di Kabupaten Garut dirasakan guncangannya hingga Kota Tasikmalaya.

Sementara para Ahad (4/12/2022), gempa bumi kembali mengguncang wilayah Kota Tasikmalaya. Tak hanya sekali, melainkan tiga kali. Pada Ahad kemarin, sumber gempa bumi itu berpusat di wilayah Kota Tasikmalaya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA