Senin 05 Dec 2022 18:01 WIB

Daizen Maeda tak akan Ubah Pendekatan Bermainnya Saat Lawan Kroasia

Taktik menekan tinggi akan diterapkan Daizen saat melawan Kroasia.

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto
 Striker timnas Jepang, Daizen Maeda.
Foto: AP/Matthias Schrader
Striker timnas Jepang, Daizen Maeda.

REPUBLIKA.CO.ID, AL WAKRAH -- Striker timnas Jepang, Daizen Maeda, menegaskan tak akan mengubah pendekatan menyerangnya yang tanpa henti ketika menghadapi Kroasia pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar, di Stadion Al Janoub, Al Wakrah, Senin (5/12/2022) malam WIB. Daizen akan membawa filosofi permainan Celtic, klub yang dibelanya, saat dalam pertandingan nanti.

Taktik menekan tinggi akan diterapkan Daizen saat melawan Kroasia. Skuad Samurai Biru menghadapi ujian berat berikutnya setelah berhasil membuat kejuatan dengan mengalahkan Jerman dan Spanyol pada babak penyisihan grup. Jepang pun lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup E.

Baca Juga

Kroasia adalah ujian berikutnya karena tim itu adalah finalis Piala Dunia 2018 Rusia yang mayoritas skuadnya masih bermain di Piala Dunia kali ini. Meski demikian Daizen bertekad akan membuat Kroasia kesulitan.

Pemain 25 tahun tersebut telah merepotkan sejumlah pemain bertahan lawan selama turnamen. Ia salan satu pemeran kunci Jepang lolos ke babak 16 besar. Pendekatannya selama membela Celtic melekat dalam permainannya.

Daizen juga tetap berkeyakinan bahwa cara bermain yang bagus lebih penting daripada sekadar mencetak gol seperti yang dilakukan bersama Celtic. Oleh karena itu, ia akan mempertahankan gaya permainan tersebut.

"Tentu saja, saya seorang penyerang, jadi saya ingin mencetak gol. Saya yakin dengan cara saya bermain. Saya selalu ingin mencetak gol, tapi jika saya melakukan yang terbaik untuk tim, suatu saat tujuan akan datang. Jika saya terus melakukan itu, peluang akan datang, termasuk mengejar bola lepas," kata Daizen dilansir dari dailyrecord, Senin (5/12/2022).

Daizen menambahkan, jika dengan hanya berlari bisa membantu tim meraih kemenangan, maka itu penting dilakukan. Ia mengeklaim tak pernah lelah untuk mengejar bola. "Kami dapat memainkan permainan seperti ini karena kami melakukan taktik sebagai tim, menantang diri kami sendiri dan berhasil," katanya menegaskan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement