Thursday, 11 Rajab 1444 / 02 February 2023

TMII Bangun Suasana Trotoar Ala New York

Senin 05 Dec 2022 15:28 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Pengunjung berjalan di area Teater Keong Mas di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Pengelola TMII membangun suasana trotoar seperti di New York.

Pengunjung berjalan di area Teater Keong Mas di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Pengelola TMII membangun suasana trotoar seperti di New York.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pengelola TMII membangun suasana trotoar seperti di New York.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menyajikan suasana baru, yakni trotoar ala New York di Amerika Serikat.Pascarevitalisasi, TMII hadir dengan wajah baru dan Empat Pilar Konsep Pengelolaan Baru, yakni Green, Smart, Inclusive, dan Culture.

Pilar Green merupakan salah satu pilar yang memberikan warna baru bagi destinasi wisata di Indonesia. Pilar ini merupakan komitmen TMII untuk menghadirkan destinasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Pilar Green diwujudkan dalam hadirnya lanskap ramah pedestrian, dominasi lahan terbuka hijau, dan penggunaan kendaraan bebas emisi karbon sebagai transportasi utama," kata pihak PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) selaku pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dalam siaran pers pada Senin (5/12/2022).

Pascarevitalisasi, Wajah Baru TMII menghadirkan infrastruktur pedestrian yang memadai. Hal ini dapat dilihat dari space trotoar yang lebar dan disertai dengan guiding block sehingga ramah bagi pengunjung difabel.

TMII memiliki lanskap yang didominasi 70 persen zona hijau dan 30 persen berupa bangunan. Dominasi zona hijau di TMII dapat menjadi paru-paru ibu kota Jakarta. Banyaknya pohon diharapkan dapat membuat pengunjung merasakan udara segar dan berteduh ketika berada di area TMII.

Keberadaan pohon di sekeliling jalan juga dapat menunjang kenyamanan pengunjung dalam menjelajahi TMII dengan berjalan kaki. Pilar Green turut mendorong penggunaan kendaraan bebas emisi karbon sebagai transportasi utama di kawasan.

Saat ini kendaraan pengunjung tidak diperbolehkan untuk memasuki kawasan utama TMII. Pengunjung TMII diharapkan dapat mendapatkan pengalaman baru menjelajahi TMII dengan berjalan kaki.

Selain itu sebagai sarana pendukung, TMII menyediakan kendaraan listrik ramah lingkungan. Selain electric vehicle (ev), TMII juga menyiapkan tram mover "Garuda Kencana" sebagai salah satu transportasi utama wisatawan.

Ke depannya setelah Uji Coba Terbatas berbagai varian kendaraan ramah lingkungan akan disiapkan seperti bus listrik, scooter dan sepeda listrik. Sekira 10 bus listrik KTT G20 telah disiapkan untuk melayani pengunjung TMII, terdiri dari sembilan bus kecil dan satu bus besar.

Pembatasan kendaraan bermotor bagi pengunjung memiliki manfaat dalam menciptakan ruang aman bagi pedestrian maupun pengguna sepeda yang menjelajahi TMII.

Tentunya kehadiran Pilar Baru Pengelolaan TMII memiliki pengaruh yang signifikan terhadapperubahan pola wisata maupun kebiasaan pengunjung TMII yang lama.

Dukungan dan partisipasi pengunjung dalam menyesuaikan keempat pilar baru dapat mempercepat kehadiran TMII sebagai destinasi wisata masa depan Indonesia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA