Senin 05 Dec 2022 13:43 WIB

Sadari Kehebatan Jepang, Perdana Menteri Kroasia Datangi Qatar untuk Dampingi Timnasnya

Jepang terbukti mampu Spanyol dan Jerman bertekuk lutut.

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi
Pemain Kroasia melakukan selebrasi usai menjuarai pertandingan sepak bola grup F Piala Dunia antara Kroasia dan Belgia di Stadion Ahmad Bin Ali di Al Rayyan, Qatar, Kamis, 1 Desember 2022. Kroasia mengalahkan Belgia 1-0.
Foto: AP/Thanassis Stavrakis
Pemain Kroasia melakukan selebrasi usai menjuarai pertandingan sepak bola grup F Piala Dunia antara Kroasia dan Belgia di Stadion Ahmad Bin Ali di Al Rayyan, Qatar, Kamis, 1 Desember 2022. Kroasia mengalahkan Belgia 1-0.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Pemerintah Kroasia memberikan dukungan penuh untuk tim nasional mereka yang sedang berjuang di Piala Dunia 2022. The Blazers kini berada di fase perempat final.

Perdana Menteri negara Balkan itu, Andrej Plenkovic terbang ke Qatar. Ia tiba di Doha pada Ahad (4/12/2022). Pria 52 tahun ini disambut sejumlah tokoh penting di Bandara Internasional Hamad.

Baca Juga

"Direktur Protokol Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Ibrahim Yousif Abdullah Fakhro, dan duta besar Kroasia untuk Qatar, Drago Lovrec, menyambut Perdana Menteri (Plenkovic) dan delegegasi pendampingnya," demikian laporan yang dikutip dari thepeninsula.com.

Beberapa jam lagi, skuad polesan Zlatko Dalic bereaksi. Mereka menghadapi Jepang. Duel tersebut berlangsung di Al Janoub Stadium, Al-Wakrah, Senin (5/12/2022) dini hari WIB.

Dalic membakar semangat anak asuhnya. Ia menyinggung fakta secara populasi mereka negara terkecil dibandingkan peserta lain yang lolos ke babak 16 besar. Namun dari segi sepak bola masih bisa diadu.

Kroasia salah satu negara pecahan Yugoslavia. Mereka baru merdeka pada 1991. Tujuh tahun kemudian, the Blazers menembus semifinal Piala Dunia 1998 di Prancis.

Empat tahun lalu, Kroasia tampil gemilang di Rusia. Luka Modric dan rekan-rekan melaju mulus hingga ke partai puncak. Sayang, tim tersebut kalah 2-4 dari Prancis di final.

"Dalam 10 pertandingan terakhir di Piala Dunia, kami hanya sekali kalah. Itu merupakan kesuksesan besar. Dua kali berturut-turut kami lolos dari babak penyisihan, itu luar biasa," ujar Dalic.

Pertanyaannya, apakah ini momen tepat bagi Kroasia untuk menggenggam trofi? Sang arsitek berhati-hati dalam menjawabnya. Jelas ia juga ingin skenario tersebut menjadi kenyataan.

Artinya kerja keras mereka terbayar lunas dan mencapai klimaks. Namun ia enggan sesumbar. Setiap pertandingan di Piala Dunia memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

Baca juga : Proyek Jangka Panjang Sepak Bola Jepang dan Mimpi Kapten Tsubasa

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement