Friday, 12 Rajab 1444 / 03 February 2023

Pengamat Dukung Erick Thohir Bongkar Total PSSI

Senin 05 Dec 2022 13:03 WIB

Red: Muhammad Hafil

Menteri Erick Thohir bermain sepak bola bersama anak-anak disela peresmian Papua Football Academy di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (31/8/2022).

Menteri Erick Thohir bermain sepak bola bersama anak-anak disela peresmian Papua Football Academy di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (31/8/2022).

Foto: Agus Suparto
Erick Thohir meminta PSSI merapatkan barisan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyarankan agar federasi sepak bola Indonesia PSSI baiknya dibongkar total demi menciptakan ekosistem sepak bola Indonesia yang baik dan meningkatkan prestasi tim nasional.

“Bongkar total bukan berarti saya menyalahkan siapa pun. Bagaimana menciptakan timnas yang lebih baik, liga yang lebih baik. Maka semuanya harus transparan dan dikelola dengan baik,” kata Erick Thohir, Senin (5/12/2022). 

Baca Juga

Erick Thohir yang juga anggota International Olympic Committee (IOC) itu menilai sudah saatnya PSSI merapatkan barisan guna menciptakan liga yang lebih baik dan timnas yang berprestasi. 

“Kita mesti bongkar itu artinya bongkar kultur, manajemen, sponsorship, media. Media juga jangan beli (hak siar) liga dengan bayaran murah lah. Kalau Liga Inggris bayaran (hak siar) mahal tapi Liga Indonesia murah,” ucap Erick Thohir.

Eks Presiden Inter Milan itu pun menyinggung soal banyaknya pemain naturalisasi di dalam klub sepak bola Indonesia. Hal ini kata Erick Thohir sangat berbeda jauh dengan Jepang dan Korea Selatan yang mampu menembus dominasi Eropa dan Amerika Selatan. 

Dua negara tersebut mampu menembus babak 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar karena pembinaan yang terus mereka lakukan secara kontinyu bahkan hingga puluhan tahun, termasuk dengan memberikan para pemain muda kesempatan bermain lebih banyak bersama klub.

“Kompetisi untuk pemain muda tidak maksimal, kebanyakan naturalisasi. Saya bukan tidak suka naturalisasi, tapi apabila satu klub pemain naturalisasinya banyak bagaimana. Kami tidak menyalahkan klub, tapi kami harus duduk bersama klub, menerapkan strategi agar ada pemain muda, pemain naturalisasi dan pemain asing,” jelasnya.

Menanggapi masukan Erick Thohir, pengamat sepak bola nasional Sigit Nugroho mendukung penuh masukan Erick Thohir agar PSSI dibongkar total, karena hal tersebut menjadi harapan seluruh masyarakat pecinta sepak bola nasional. 

“Soal perubahan, itu jadi harapan hampir semua pecinta bola, juga stakeholder yg lurus. Tapi jika perubahan dimaknai sebagai penggantian jajaran pengurus PSSI, saya setuju tapi terlalu tinggi barriernya,” kata Sigit Nugroho saat dihubungi, Senin (5/12/2022).

Dikatakan Sigit, banyak petinggi PSSI terlibat dalam permainan uang dan itu sudah menjadi rahasia umum. Apalagi momen Kongres Luar Biasa (KLB) adalah momen tepat buat mereka memanen uang besar. Oleh sebab itu, masukan untuk membongkar habis PSSI adalah langkah tepat. 

“Untuk posisi Exco ke atas, tradisi money politic jadi rahasia umum, voters doyan uang ekstra. KLB bak lebaran buat mereka dan itu bukan tugas saya untuk membuktikan, tapi lembaga terkait. Mudah kok, apalagi FIFA sedang berkantor di Jakarta. Banyak yg mau bantu jika benar mau bongkar,” ungkapnya.

Terkait dengan membongkar pengurus PSSI sekarang, Sigit juga memberikan dukungan penuh untuk diganti secara keseluruhan. Pecinta klub Manchester United ini juga menyarankan agar penayangan pertandingan liga harus dilakukan siang hari dan PSSI harus menggunakan Video Assistant Referee VAR. 

“Pengurus diubah total, saya kira mutlak meski mereka akan bawa pasal-pasal. Ini terjadi karena nurani dan rasa malu, sudah terdegradasi tanpa mereka sadari,” tegasnya.

“Soal wasit, bisa juga potong generasi. Kalau pun tidak, pakai VAR. Alasan mahal, pemerintah bisa turun tangan demi kepentingan besar. Muara liga kan timnas, nation pride. Tayangan TV, mestinya malam tak harus dijadikan alasan, tapi itu jika SOP pengamanan standar. Di Indonesia, baiknya jangan malam. Di tahun politik, bola kita bisa dijadikan isu pengalihan, tak peduli jatuh korban. Cukuplah Tragedi Kanjuruhan,” jelasnya.

Sigit Nugroho pun meminta PSSI dan pihak terkait menjalankan rekomendasi TGIPF, meski hal ini terbilang sulit dijalankan. Wajib dijalankan pemerintah dan PSSI, tapi menurut saya sulit. Oknum pengurus PSSI tak mau kehilangan "kesehatan” rekening atau imbas popularitas. Banyak politisi di ranah bola kita,” akuinya. 

“Sebenarnya jika pemerintah mau menekan tanpa takut menabrak aturan intervensi ilegal di mata FIFA, bisa kok. Larang saja BUMN sponsori Liga, sampai pengurus diganti total. Ketika Liga kurang laku, klub teriak. Disitulah momen klub meminta pengurus mundur,” sambungnya.

Sigit pun menyarankan agar oknum-oknum yang selalu memanfaatkan PSSI sebagai tempat mencari duit harus disingkirkan demi berkembangnya sepak bola Indonesia.

“Tepikan oknum-oknum yang selama ini jadi benalu atau lebih parah lagi, jadi kanker ganas di sepakbola kita. Mereka ini yang mengkondisikan praktik-praktik curang, bukan hanya soal pertandingan, bahkan sampai pemilihan pengurus PSSI pusat, Asprov, bahkan sampai Askot,” bebernya.

“Makanya ada beberapa pengurus yang tak punya kapasitas dan kapabilitas di bidangnya, bisa menjabat. Calon pimpinan Asprov atau Askot yg tak sesuai restu oknum akan digunting. Untuk memangkas mereka, saya sampai menyarankan tempuh cara apapun at any cost. Berantas mereka, baru benahi tata kelola sepakbola Indonesia secara menyeluruh,” tutupnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA