Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Soal Penembakan Imam Masjid di Manokwari, Ini Kata Polisi

Senin 05 Dec 2022 04:33 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Ilustrasi Penembakan. Kapolres Manokwari sebut masih menyelidiki pelaku penembakan imam masjid.

Ilustrasi Penembakan. Kapolres Manokwari sebut masih menyelidiki pelaku penembakan imam masjid.

Foto: Pixabay
Kapolres Manokwari sebut masih menyelidiki pelaku penembakan imam masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, MANOKWARI -- Kepolisian Resor Manokwari, Papua Barat, masih mengumpulkan bahan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku penembakan terhadap seorang imam masjid di Manokwari hingga korban akhirnya meninggal dunia saat dalam perawatan di rumah sakit.

Kepala Polres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom mengatakan penanganan kasus penembakan terhadap korban bernama Muhammad Ralas (50 tahun) masih dalam penyelidikan tim Reserse Kriminal.

Baca Juga

Herman mengatakan upaya mengungkap identitas pelaku penembakan akan disesuaikan dengan keterangan para saksi yang sudah diperiksa, termasuk istri korban selaku saksi kunci.

"Sejumlah saksi sudah diperiksa, namun untuk lebih lengkapnya, tim penyidik masih menunggu keterangan dari istri korban sebagai saksi kunci. Namun, sampai saat ini yang bersangkutan masih dalam kondisi berduka" ujar Herman.

Dalam upaya mengungkap pelaku penembakan, Kapolres mengajak semua pihak termasuk keluarga besar korban agar memercayakan sepenuhnya kepada polisi untuk bekerja profesional mengungkap pelaku yang masih berstatus orang tak dikenal (OTK) tersebut.

"Tidak ada saksi di sekitar lokasi kejadian penembakan, hanya saja korban sempat pulang dan mengisahkan peristiwa yang dialami kepada istrinya sebelum dirawat dan akhirnya meninggal dunia. Oleh karena itu, keterangan istri korban nantinya menjadi bukti petunjuk penyidik melakukan penelusuran di lapangan," kata dia.

Pada kesempatan terpisah, La Neto, sesepuh keluarga besar Buton, Sulawesi Tenggara, di Kabupaten Manokwari, berharap polisi secepatnya mengungkap pelaku penembakan dan diproses hukum untuk memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban.

Hal itu dikatakan La Neto setelah mendatangi Markas Polres Manokwari pada Sabtu siang untuk menanyakan perkembangan penyelidikan kasus penembakan terhadap Muhammad Ralas, seorang imam masjid yang panutan warga Buton di Manokwari tersebut.

"Kami sudah mendatangi kantor Polres Manokwari dan menerima penjelasan langsung dari kapolres. Tentu sebagai keluarga, kami sangat mendukung kerja polisi untuk secepatnya mengungkap pelaku penembakan sehingga tidak menjadi ancaman bagi warga lainnya di kemudian hari," ucap Neto.

Peristiwa penembakan terhadap Muhammad Ralas terjadi di Kampung Mandopi, Distrik Manokwari Utara, Rabu (23/11). Korban sempat dirawat dan akhirnya meninggal dunia pada Jumat (25/11) dini hari sekitar pukul 01.00 WIT di Rumah Sakit TNI AL Dr. Azhar Zahir Manokwari.

Jenazah Muhammad Ralas yang keseharian sebagai Imam Masjid Al-Hijrah di kawasan Borobudur, Manokwari, Papua Barat, dimakamkan setelah Shalat Jumat di Pekuburan Muslim Pasir Putih Manokwari Timur.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA