Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Ukraina Sanksi 10 Pemuka Agama Gereja Ortodoks

Ahad 04 Dec 2022 16:28 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Pelanggan mengantre di kios kopi di taman saat gereja ortodoks Ukraina berdiri di latar belakang di Dnipro, Ukraina, Rabu, 17 Agustus 2022. Badan Keamanan Ukraina mengatakan 10 pemuka agama di gereja pro-Rusia di Ukraina mendapat sanksi.

Pelanggan mengantre di kios kopi di taman saat gereja ortodoks Ukraina berdiri di latar belakang di Dnipro, Ukraina, Rabu, 17 Agustus 2022. Badan Keamanan Ukraina mengatakan 10 pemuka agama di gereja pro-Rusia di Ukraina mendapat sanksi.

Foto: AP/Vadim Savitsky
Gereja Ortodoks di Rusia mendukung perang di Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Badan Keamanan Ukraina mengatakan 10 pemuka agama di gereja pro-Rusia di Ukraina mendapat sanksi. Mereka setuju bekerja dengan pihak berwenang penjajah Rusia atau membenarkan invasi Rusia.

Pengumuman ini merupakan langkah terbaru Ukraina pada Gereja Ortodoks yang memikili hubungan historis dengan Rusia. Gereja Ortodoks di Rusia mendukung perang di Ukraina.

Baca Juga

Dalam pernyataannya badan keamanan mengatakan 10 pemuka agama itu menyepakati berbagai kerja sama dengan pihak berwenang Rusia, mempromosikan narasi pro-Rusia dan membenarkan agresi militer Rusia di Ukraina.

Semuanya merupakan anggota atau dekat dengan gereja Ortodoks. Mereka tinggal di wilayah yang dikuasai Rusia atau di luar negeri.

 

"Badan Keamanan Ukraina terus bekerja dengan komprehensif untuk melindungi negara Ukraina dan terus mengungkapkan orang-orang yang mengancam kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina," kata lembaga itu, Ahad (4/12/2022).

Gereja Ortodoks Ukraina memutus hubungan dengan Gereja Ortodoks Rusia bulan Mei lalu. Tapi masih banyak warga Ukraina yang tidak percaya pada mereka dan menuduhnya diam-diam bekerja sama dengan Rusia.

Sanksi-sanksi yang berlaku selama lima tahun itu akan membekukan aset orang-orang yang masuk dalam daftar sanksi. Mereka tidak bisa mengirimkan dana dari Ukraina dan tidak boleh memiliki tanah di Ukraina.

Badan keamanan juga menggelar sejumlah penyergapan pada paroki atau gedung yang memiliki hubungan dengan Gereja Ortodoks. Mereka selalu mengaku mengikuti hukum Ukraina.

Kristen Ortodoks merupakan agama mayoritas yang dianut 43 juta orang Ukraina. Sejak kekuasaan Uni Soviet ambruk, terjadi persaingan ketat antara gereja pro-Rusia dengan gereja Ukraina yang independen.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA