Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Buntut Skandal Iklan Balenciaga, Desainer dan CEO Minta Maaf

Ahad 04 Dec 2022 15:43 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Balenciaga. Rumah mode asal Prancis ini dikecam karena menampilkan anak-anak dalam iklan terbarunya yang dinilai mengusung konsep pornografi anak.

Balenciaga. Rumah mode asal Prancis ini dikecam karena menampilkan anak-anak dalam iklan terbarunya yang dinilai mengusung konsep pornografi anak.

Foto: EPA
Iklan Balenciaga menampilkan konsep foto yang tidak pantas melibatkan anak-anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur kreatif dan chief executive officer (CEO) rumah mode Prancis, Balenciaga, meminta maaf atas kampanye iklan yang memicu kritik di media sosial. Kampanye iklan itu disebut menampilkan foto yang tidak pantas karena melibatkan anak-anak.

Kritik atas kampanye itu telah membuat bintang reality show Kim Kardashian meninjau hubungannya dengan label tersebut. Merespons isu yang semakin ramai, direktur kreatif Balenciaga pun mengunggah pernyataan resminya lewat Instagram.

Baca Juga

"Saya secara pribadi ingin meminta maaf atas kesalahan pemilihan konsep artistik untuk kampanye pemberian hadiah melibatkan anak-anak," kata direktur kreatif, Demna Gvasalia, dalam pesan yang diunggah di Instagram, dilansir Indian Express, Ahad (4/12/2022).

Secara terpisah, label milik Kering itu mengeluarkan pernyataan yang ditandatangani oleh CEO Cedric Charbit. Pernyataan tersebut menguraikan proses internal baru, termasuk memberi nama "papan gambar" untuk mengevaluasi konten.

Label ini menarik perhatian dalam beberapa pekan terakhir melalui dua kampanye terpisah yang diunggah secara daring. Satu bulan lalu, label mengiklankan koleksi hadiah--yang menampilkan tas tangan berbentuk boneka beruang BDSM (bondage, dominance, sadism, dan masochism) dengan tali kekang--dipegang oleh seorang anak. Istilah BDSM diasosiasikan dengan praktik hubungan seksual yang sadis.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA