Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Hujan Abu Gunung Semeru, Ratusan Warga Mengungsi

Ahad 04 Dec 2022 13:11 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Teguh Firmansyah

Para relawan melakukan evakuasi terhadap warga Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Ahad (4/12/2022).

Para relawan melakukan evakuasi terhadap warga Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Ahad (4/12/2022).

Foto: Relawan Tanggap Darurat Bencana Semeru
Semeru dilaporkan juga telah meluncurkan lahar dingin.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Gunung Semeru dilaporkan telah mengeluarkan hujan abu. Warga yang berada di sekitar gunung tersebut terpaksa harus mengungsi.

Relawan Tanggap Darurat Bencana Semeru, Indra Setiap Sutrisno mengatakan, gunung berketinggian 3.676 mdpl tersebut juga meluncurkan lahar dingin. Lahar tersebut terpantau telah melewati Desa Supit Urang dan Desa Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim). "Informasinya demikian untuk sementara," kata Indra saat dikonfirmasi Republika.co.id, Ahad (4/12/2022).

Baca Juga

Di sisi lain, Indra memastikan, sejumlah warga sudah melakukan evakuasi. Khusus warga Desa Supit Urang, mereka telah diungsikan ke SDN 02 dan SDN 04. Tempat tersebut telah diisi oleh ratusan warga dari RT 11, RT 12 dan RT 13. "Kurang lebihnya 700 lebih anak-anak dan lansia," ucapnya.

Sementara itu, Staf Mitigasi Gunung Api, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Wahyudi mengatakan, masih belum menerima laporan daerah mana saja yang terdampak hujan abu. Pihaknya masih menunggu laporan terbaru dari para relawan dan BPBD setempat. Ada pun laporan BMKG Juanda menyebutkan sebaran abu vulkanik melalui satelit tidak teramati dengan baik karena tertutup awan.

Sebelumnya, Gunung Semeru dilaporkan masih mengalami erupsi hingga Ahad (4/12/2022) pagi. Bahkan, visual Awan Panas Guguran (APG) terlihat jelas dengan dengan jarak luncur hingga tujuh kilometer (km).

Petugas Pemantauan Gunung Api (PGA) Semeru, Mukdas Sofian mengatakan, APG masih berlangsung hingga laporan resmi ditulis pada Ahad (4/12/2022) pukul 06.00 WIB. Akibat hal tersebut, asap kawah gunung tidak bisa teramati dengan baik. "Namun gunung api terlihat jelas," jelas Mukdas.

Di sisi lain, gunung berketinggian 3.676 mdpl ini mengalami delapan kali gempa letusan/erupsi. Amplitudonya 18 hingga 22 milimeter (mm) dan lama gempa 65 sampai 120 detik. Kemudian juga tercatat satu kali gempa APG dengan amplitudo 35 mm.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA