Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Satelit NASA: Rusia Telah Memanen Gandum Ukraina Senilai 1 Miliar Dolar AS

Ahad 04 Dec 2022 09:45 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Seorang pemanen mengumpulkan gandum di desa Zghurivka, Ukraina, Selasa, 9 Agustus 2022. kraina telah kehilangan sebesar satu miliar dolar AS dari komoditas gandum yang dipanen di wilayah yang dikuasai Rusia.

Seorang pemanen mengumpulkan gandum di desa Zghurivka, Ukraina, Selasa, 9 Agustus 2022. kraina telah kehilangan sebesar satu miliar dolar AS dari komoditas gandum yang dipanen di wilayah yang dikuasai Rusia.

Foto: AP/Efrem Lukatsky
Enam juta ton gandum dikumpulkan dari daerah Ukraina yang dikendalikan Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Ukraina telah kehilangan sebesar satu miliar dolar AS dari komoditas gandum yang dipanen di wilayah yang dikuasai Rusia. Berdasarkan penelitian menggunakan citra satelit dari program ketahanan pangan dan pertanian NASA.

Seperti dilansir dari laman Bloomberg, Ahad (4/12/2022) analisis tersebut memberikan gambaran tentang apa yang terjadi di wilayah pendudukan, informasi dikontrol dengan ketat. Hal ini menggunakan model pembelajaran mesin yang mendeteksi perubahan tekstur dan warna berdasarkan rangkaian waktu citra satelit untuk memetakan tanaman telah dipanen atau dibiarkan tidak dipanen.

Baca Juga

Hampir enam juta ton gandum dikumpulkan dari daerah yang tidak berada di bawah kendali Ukraina, menurut NASA Harvest. Sekitar 88 persen tanaman musim dingin yang ditanam di daerah pendudukan dipanen, sedangkan daerah yang tidak dipanen sebagian besar berada sepanjang garis depan.

Penelitian ini menimbulkan pertanyaan tentang apa yang terjadi pada tanaman tersebut. Kapal-kapal Rusia telah mengekspor biji-bijian yang kemungkinan diambil dari daerah yang diduduki ke negara-negara termasuk Libya dan Iran, tetapi sulit untuk memperkirakan volume yang terlibat karena pengirim menyembunyikan asal kargo.

Rusia membantah mencuri biji-bijian, tetapi para pejabat secara terbuka menggembar-gemborkan dimulainya kembali pengiriman biji-bijian dari pelabuhan yang diduduki.

Ukraina adalah pengekspor gandum utama dan blokade pelabuhannya setelah invasi Rusia membuat harga melonjak, berpotensi membuat penyelundupan biji-bijian lebih menguntungkan. Kesepakatan yang memungkinkan Ukraina untuk melanjutkan ekspor membantu meringankan harga biji-bijian, tetapi secara historis masih tinggi.

Hampir seperempat dari gandum Ukraina ditanam di tanah yang diklaim telah dianeksasi Rusia, meskipun sebagian wilayah itu dikendalikan oleh Ukraina. Perkiraan NASA Harvest merupakan gandum dan sejauh ini tidak termasuk tanaman atau bahan makanan lain yang disimpan di gudang. Temuan tidak menunjukkan apa yang terjadi pada tanaman setelah dipanen.

Tim Panen NASA menghitung bahwa petani memanen 26,6 juta ton gandum tahun ini di Ukraina, beberapa juta ton lebih banyak dari perkiraan terkemuka lainnya.

Raksasa pertanian Ukraina HarvEast mengatakan bahwa semua tanaman musim dingin yang ditanam di tanahnya di wilayah Donetsk telah dikumpulkan oleh pasukan pendudukan Rusia pada musim panas ini.

CEO HarvEast Dmitry Skornyakov mengatakan pada tahun ini, gandum musim dingin memberikan hasil yang sangat tinggi di wilayah ini karena kondisi cuaca yang mendukung. “Semua yang dipanen di ladang kami dicuri dan diekspor dari Ukraina,” ucapnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA