Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Wakil Ketua MPR: UMKM Kuat, Ekonomi Sehat, Negara Mantap

Ahad 04 Dec 2022 01:37 WIB

Red: Bayu Hermawan

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Muzani mengatakan UMKM punya peran penting terhadap perekonomian negara.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) punya peran penting terhadap perekonomian negara. Ia mengatakan, Gerindra tidak akan lelah menggiatkan perekonomian rakyat.

Saat ini, jumlah UMKM di Indonesia sebanyak 65 juta di seluruh daerah. Angka tersebut merupakan jumlah yang sangat besar sebagai penopang perekonomian nasional. Oleh sebab itu, Muzani mengingatkan, pentingnya pemberdayaan UMKM oleh pemimpin bangsa di masa mendatang. 

Baca Juga

"Menhan Pak Prabowo Subianto mengatakan, memberi penguatan terhadap ekonomi rakyat harus menjadi cara pandang kita semua. Sebab, rakyat adalah tulang punggung negara dan sektor itu tercermin dari UMKM. Karena itu geliat UMKM akan menentukan bagi pertumbuhan perekonomian nasional," kata Muzani saat bertemu ratusan pegiat UMKM Cibaduyut, di Gedung UPT Cibaduyut, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/12/2022)..  

"Kita tidak boleh bosan dan lelah menggiatkan perekonomian rakyat, karena ini tanggung jawab kita memakmurkan kehidupan rakyat. Sebagai pemimpin komitmen itu harus terus ditegakkan. Tetap memakmurkan rakyat meskipun kita tahu besok akan kiamat," ujarnya Muzani.

 

Bagaimana caranya, lanjut Muzani, yaitu yang kerja tetap kerja, yang dagang tetap jualan, yang petani tetap ke sawah, yang pedagang tetap ke pasar, dan yang pegawai tetap ke kantor. Karena, kata Muzani, hanya itu yang membuat rakyat kuat, ekonomi sehat, dan negara mantap.

Komitmen itu, menurut Muzani, harus menjadi dasar berpikir bagi setiap pemimpin. Jangan ada maksud mencapai popularitas hanya untuk sekadar konten viral yang hanya dimaksudkan untuk pencitraan. Ketulusan dan keikhlasan inilah yang diperlukan dalam tindakan dan keputusan para pemimpin. 

"Kita tidak boleh menodai ketulusan dengan niat yang lain. Karena rakyat dan para pelaku UMKM untuk bisa pulih akibat Covid-19 yang diperlukan adalah sentuhan ketulusan, bukan pencitraan,  termasuk UMKM Cibaduyut. Jadi tidak ada kaitannya dengan survei yang rendah atau tinggi, biar rakyat yang menilai," jelas Wakil Ketua MPR itu. 

"Karena itu sekali lagi, Pak Prabowo mengingatkan saya, dalam mewujudkan kemakmuran rakyat tidak boleh terperangkan pencitraan, meskipun kita tahu besok akan kiamat," tambahnya. 

Pandemi Covid-19 memberi dampak buruk terhadap sektor UMKM di seluruh Indonesia, termasuk UMKM Cibaduyut. Namun, kata Muzani, kita bersyukur karena sekarang sudah mulai pulih meskipun belum secara keseluruhan. 

"Penguatan UMKM yang dilakukan semua pihak sudah berada di jalan yang benar. Tapi yang perlu dilakukan UMKM sekarang adalah inovasi. Jika sebelumnya Ibu Bapak hanya berjualan offline, maka mulai sekarang harus mulai berjualan online," ujarnya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA