Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Tak Bisa Lupakan Satria Muda Era 1999, Erick Thohir Sebut Sejumlah Pemain Terbaik SM

Sabtu 03 Dec 2022 21:30 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Erick Thohir menghadiri acara syukuran perayaan Satria Muda Pertamina meraih gelar back to back IBL 2021 dan 2022 yang berlangsung meriah di Mahaka Square, Kelapa Gading, Sabtu (3/12/2022) sore WIB. Seluruh elemen tim serta beberapa pemain legenda turut hadir memeriahkan acara.

Erick Thohir menghadiri acara syukuran perayaan Satria Muda Pertamina meraih gelar back to back IBL 2021 dan 2022 yang berlangsung meriah di Mahaka Square, Kelapa Gading, Sabtu (3/12/2022) sore WIB. Seluruh elemen tim serta beberapa pemain legenda turut hadir memeriahkan acara.

Foto: Republika/Fitriyanto
Generasi SM tahun 1999 kali pertama merebut gelar juara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 12 gelar telah diraih klub basket Satria Muda Pertamina Jakarta. Gelar pertama didapat pada tahun 1999 dan terbaru adalah tahun 2022.

Sederet pemain hebat sejak 1999 silih berganti menghuni klub yang didirikan pada Oktober 1993 ini. Dari sejumlah generasi, pemilik SM Erick Thohir mengaku tak bisa melupakan generasi SM tahun 1999 saat merebut gelar pertama.

Baca Juga

"Generasi 1999 saat SM pertama kali meraih gelar juara Indonesia adalah selalu di hati saya. Saat itu SM bukan tim unggulan, pemainnya pun bukan kumpulan para bintang. Namun mereka bermain dengan hati, akhirnya kita dapat keluar sebagai juara," ujar Erick Thohir di acara syukuran SM meraih gelar back to back 2021 dan 2022, Sabtu (3/12/2022).

Dengan gelar pertama itu, lanjut Erick, menjadi landasan atau pondasi bagi klub untuk berkembang hingga akhirnya bisa seperti saat ini, menjadi klub basket yang disegani di tanah air.

Sejumlah nama generasi 1999 yang turut hadir dalam acara syukuran tersebut di Britama Arena, Mahaka Square Kelapa Gading. Jakarta Utara, di antaranya Fictor "Ito" Roring, Wahyu "Cacing" Widayat Jati, dan Dwui "Iboy" Eriano. Nama lainnya ada almarhum Amran Andi Shinta, Syahrizal Afandi, dan Bayu Radityo.

Untuk pemain terbaik di setiap posisi sejak tahun 1999 hingga saat ini Erick menyebut nama Faisal J Achmad dan Hardianus Lakudu untuk posisi satu atau point guard. Sang pengatur serangan ini dinilai memiliki mental tanding yang luar biasa.

Untuk posisi dua Erick memilih Amin Prihantono dan Denny Sumargo. "Untuk seorang penembak murni ada pada Amin Prihantono," ujarnya.

Sedangkan di posisi tiga atau small forward ada Youbel Sondakh yang saat ini jadi pelatih dan Arki Dikania Wisnu sanga kapten tim.

"Sayang Youbel tidak panjang kariernya saat jadi pemain. Dia harus pensiun muda karena mengalami cedera. Jadi Arki terlihat lebih kuat, selain itu Arki juga tipe pemain basket modern," jelas Erick.

Untuk posisi 4/5 power forward dan center atau bigman, Erick menyebut nama Fictor Roring, Ronny Gunawan, dan Wahyu Widayat Jati.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA