Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Erick Thohir Soroti Peran Vital Perempuan di Sektor UMKM

Sabtu 03 Dec 2022 20:08 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Agung Sasongko

Menteri BUMN Erick Thohir.

Menteri BUMN Erick Thohir.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Saat ini BUMN tengah mendorong terwujudnya 25 persen direksi perempuan.

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan perekonomian di Indonesia, khususnya di sektor UMKM. Berdasarkan data, 64,5 persen pelaku usaha kecil menengah merupakan perempuan, dan UMKM merupakan salah satu sektor krusial yang berperan besar dalam kestabilan perekonomian bangsa.

“Saya garap kedepannya akan lebih banyak perempuan dari Nasyiatul Aisyiyah yang terlibat dalam pemberdayaan UMKM,” kata Erick saat menyampaikan sambutan dalam Mukhtamar ke-XIV Nasyiatul Aisyiyah yang digelari di Gedung Budaya Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/12/2022). 

Baca Juga

Tak hanya mendorong kontribusi aktif di sektor ekonomi informal, Erick juga mendorong keterlibatan para kader-kader perempuan Muhammadiyah di sektor ekonomi nasional. Dia juga berharap banyak agar para kader Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah dapat terjun dan bergabung dalam sistem Badan Usaha Milik Negara. 

“Saya harapkan ke depan timbul juga tokoh-tokoh dari (perempuan) Muhammadiyah yang bergabung di BUMN, bukan sebagai komisaris, tetapi harus direksi,” ujarnya. 

Dia menegaskan, saat ini BUMN tengah mendorong terwujudnya 25 persen direksi perempuan. Sejumlah kebijakan seperti program anti kekerasan seksual dan kebijakan berperilaku saling menghargai juga diterbitkan demi menciptakan ekosistem dan iklim kerja yang nyaman bagi pekerja perempuan.

 Dia juga menyoroti jaringan Muhammadiyah yang begitu luas, yang dapat menjadi potensi besar untuk memaksimalkan kemajuan UMKM Indonesia. Adanya intervensi dari tokoh-tokoh umat yang solutif dalam kebijakan pemerintah, kata dia dapat menjamin keberdayaan dan keberlangsungan para pelaku UMKM. 

"Sinergi ini dibutuhkan untuk terus memperbaiki pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemi covid-19,” kata dia. 

Erick menekankan perlunya dorongan lebih untuk meningkatkan kemandirian UMKM sebagai kantong penyedia lapangan pekerjaan yang sangat besar di Indonesia. Bank-bank Himbara, kata Erick, juga terus fokus mendorong kredit usaha rakyat (KUR) yang mencapai RP 360 triliun, karena 92,4 persen diantaranya ditujukan untuk UMKM. 

“Kita coba yang terbaik, karena UMKM itu adalah fondasi daripada ekonomi nasional yang jumlahnya 65.4 juta,” kata Erick. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA