Sunday, 14 Rajab 1444 / 05 February 2023

BMKG Update Parameter Gempa Garut Jadi Mangnitudo 6,1

Sabtu 03 Dec 2022 19:34 WIB

Rep: Febryan A./ Red: Christiyaningsih

Gempa. Ilustrasi

Gempa. Ilustrasi

Foto: Reuters
BMKG menganalisis ulang kekuatan gempa tektonik yang terjadi di Kabupaten Garut

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganalisis ulang kekuatan gempa tektonik yang terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Sabtu (3/12) pukul 16.49.41 WIB. Gempa yang awalnya dilaporkan berkuatan magnitudo (M) 6,4 itu ternyata sebenarnya magnitudo 6,1. 

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,1," kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam siaran pers resminya, Sabtu (3/12/2022). 

Baca Juga

Lebih lanjut, Daryono mengatakan gempa itu terjadi di wilayah selatan Garut, Jawa Barat. Episentrum gempa terletak pada koordinat 7,44° LS ; 107,51° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Mekarmukti, Garut, Jawa Barat pada kedalaman 109 kilometer.

"Hasil permodelan menunjukkan, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Daryono menegaskan. 

Dia juga menjelaskan guncangan akibat gempa ini dirasakan di sejumlah daerah. Di Garut, intensitas gempa ini adalah IV MMI atau dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. 

Lalu di Soreang, Kopo, Kalapanunggal, Sumur, Ciamis, dan Tasikmalaya dengan skala intensitas III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah seperti ada truk yang melintas. Sedangkan di Sumedang, Lembang, Pamoyanan, Panimbang, Cikeusik, Labuan, Purworejo, Bantul, dan Kulonprogo skala intensitasnya masuk kategori II-III MMI, yang berarti getaran dirasakan beberapa orang dan sejumlah benda ringan yang digantung bergoyang. 

Selanjutnya gempa ini dirasakan di Cikembar, Cugenang, Palabuhan Ratu, Bandung, Bogor, Cilacap, Sawarna, Cireunghas, Bojong, Yogyakarta, Wonosobo, Karangkates, dan Trenggalek dengan skala intensitas II MMI, yang berarti getaran dirasakan beberapa orang dan sejumlah benda ringan yang digantung bergoyang. 

Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu liar terkait gempa ini. Masyarakat juga diminta bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. 

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," ujar Daryono.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA