Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Laksamana Yudo Suguhkan Mi Hingga Nasi Goreng untuk Para Legislator

Sabtu 03 Dec 2022 13:24 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ratna Puspita

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono bersalaman dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafid  usai uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (2/12/2022). Rapat internal Komisi I DPR menyetujui Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa, setelah yang bersangkutan menjalani rangkaian uji kelayakan dan kepatutan.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono bersalaman dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafid usai uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (2/12/2022). Rapat internal Komisi I DPR menyetujui Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa, setelah yang bersangkutan menjalani rangkaian uji kelayakan dan kepatutan.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Verifikasi faktual ini merupakan bagian dari rangkaian uji kelayakan dan kepatutan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 11 anggota Komisi I DPR RI telah melakukan verifikasi faktual ke rumah dinas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono selaku calon Panglima TNI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2022) petang. Yudo mengaku tidak menyiapkan makanan yang mewah untuk menjamu para legislator.

"Ya biasa saja, (menjamu dengan) makanan-makanan biasa, ada mi, ada nasi goreng, ya makanan biasa," kata Yudo usai menjalani verifikasi faktual, Jumat malam.

Baca Juga

"Hanya untuk silahturahmi, menunjukkan ini lho kediaman kita, dan kebersamaan dengan para pejabat utama Mabesal dan juga para Pangkotama yang hadir," imbuhnya.

Verifikasi faktual ini merupakan bagian dari rangkaian uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang harus dijalani oleh Yudo sebagai calon panglima TNI. Sebelum proses verifikasi, dia menyebut, Komisi I DPR juga telah mengecek kebenaran data-data pribadinya mulai dari KTP, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), NPWP, hingga rumahnya.

"Kemudian, termasuk rumahnya apa benar ya di sini. Karena rumah pribadi saya ada di Surabaya sehingga beliau (para anggota Komisi I DPR) berkenan untuk datang di rumah jabatan KSAL ini," jelas dia.

Sebelumnya, Komisi I DPR RI menyetujui Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI yang baru. Setelah menjalani rangkaian uji kelayakan dan kepatutan, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengumumkan persetujuan dari Komisi I.

"Memberikan persetujuan terhadap pengangkatan Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI yang baru menggantikan Jenderal Andika Perkasa. Tadi suara bulat, kami musyawarah mufakat," kata Meutya, Jumat (2/12/2022).

Setelah tahapan uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I, hasil persetujuan Yudo Margono sebagai Panglima TNI akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI. Kendati demikian, belum diinformasikan rapat paripurna akan diselenggarakan.

Selain persetujuan Yudo Margono sebagai Panglima TNI, Komisi I DPR RI turut menyampaikan persetujuan atas pemberhentian Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa serta memberikan apresiasi untuk dedikasi yang telah diberikan. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA