Friday, 12 Rajab 1444 / 03 February 2023

Balik dari TC Timnas U-20 di Turki, Zanadin Fariz Bersiap Tampil di Liga 1

Jumat 02 Dec 2022 22:00 WIB

Rep: C 02/ Red: Endro Yuwanto

Pesepak bola timnas U-20 Indonesia Zanadin Fariz (kanan) yang juga membela Persis Solo.

Pesepak bola timnas U-20 Indonesia Zanadin Fariz (kanan) yang juga membela Persis Solo.

Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Tim kepelatihan sadar dan tak langsung membebani porsi latihan untuk Zanadin.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Meski baru pulang setelah menjalani training center (TC) di Spanyol dan Turki bersama timnas Indonesia U-20 asuhan Shin Tae-yong, wonderkid Persis Solo Zanadin Fariz kembali memperkuat tim di sesi berlatih bersama sejak Rabu (30/11/2022) lalu.

“Baru gabung latihan bersama Persis. Latihannya pasti menyesuaikan. Yang pasti pelatih memberi persiapan yang baik untuk Liga 1 nantinya. Sebagai pemain, saya mengikuti arahan pelatih, program, dan cara bermainnya,” kata Zanadin, Jumat (2/12/2022).

Baca Juga

Setelah kepulangannya, Zanadin mengaku bahagia bisa ikut TC. Ia juga mengatakan mendapatkan banyak pengalaman berharga di sana.

Sepulang TC, Zanadin tak bisa menutupi wajah semringahnya. Tentu, hal ini menjadi pengalaman berharga bagi pemuda berusia 18 tahun tersebut. Peningkatan kemampuannya digenjot.

Tak pelak, Zanadin dkk bakal jadi amunisi kekuatan timnas dalam ajang Piala Dunia U-20 tahun depan. Kendati Zanadin mengaku TC tersebut juga pengalaman pertama untuknya. “Ini yang pertama, pengalaman pastinya. Apalagi baru pertama kalinya saya TC di luar sana (Turki dan Spanyol). Jam terbang dan mental juga (didapatkan dan dilatih).”

Zanadin tak berangkat sendiri, ia bersama tiga rekannya, yakni kiper Erlangga Setyo, center back Marcell Januar, dan Aulia Ramadhan. Disusul pelatih fisik Laskar Sambernyawa Muda, julukan Persis Youth, Sofie Imam Faizal dan pelatih U-16 dan U-18 Haryanto "Tommy" Prasetyo.

Sementara itu, tim kepelatihan sadar dan tak langsung membebani porsi latihan untuk Zanadin. Asisten pelatih Persis Solo Rasiman menyampaikan memang perlu penyesuaian, mengingat Zanadin kondisinya masih jetlag minimal satu pekan untuk adaptasi. “Yang kedua adaptasi lagi karena keadaannya juga masih jetlag. Mungkin taktikal dan system of play berbeda. Intinya dalam sepak bola semua sama. Untuk zanadin tidak terlalu banyak hal yang diadaptasi karena sudah lama di akademi dan senior,” bebernya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA