Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Tiga Tahun Absen, Festival Kayak Internasional Kembali Digelar di Sungai Asahan

Sabtu 03 Dec 2022 01:31 WIB

Red: Andri Saubani

Setelah tiga tahun absen karena pandemi, festival dan kompetisi kayak internasional kembali memeriahkan Desa Parhitean, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. (ilustrasi)

Setelah tiga tahun absen karena pandemi, festival dan kompetisi kayak internasional kembali memeriahkan Desa Parhitean, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. (ilustrasi)

Foto: Dok. Impact Adventures Australia
Para atlet dari berbagai negara berlaga di dua kelas ekstrem kayak dan slalom.

REPUBLIKA.CO.ID, ASAHAN -- Setelah tiga tahun absen karena pandemi, festival dan kompetisi kayak internasional kembali memeriahkan Desa Parhitean, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Desa terpencil ini menjadi tuan rumah Toba Caldera International Adventure Festival (IAF) 2022 yang berlangsung pada 22 November – 4 Desember 2022.

Toba Caldera IAF 2022 menarik minat sejumlah atlet kayak arus deras mancanegara dan atlet nasional untuk menjajal derasnya Sungai Asahan yang dikenal sebagai sungai terbaik ketiga di dunia untuk olah raga kayak. Para atlet akan berlaga di dua kelas ekstrem kayak dan slalom untuk memperebutkan hadiah dengan total sebesar 10.700 dolar AS.

Nita Lanasier dari Impact Adventures Australia, penyelenggara Toba Caldera IAF 2022, mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan kayak biasa namun sebuah gerakan responsible tourism yang mengedepankan pengembangan masyarakat lokal di daerah terpencil pascapandemi Covid-19.

“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kami terhadap kesejahteraan masyarakat lokal dari mulai penyedia homestay, operator arung jeram dan kayak lokal, hingga pemilik warung setempat melalui kedatangan atlet kayak top dunia serta beberapa kayaker juara nasional yang tinggal lebih dari 10 hari lamanya dan bertanding pada event ini,” kata Nita.

Pendekatan responsible tourism dianggap paling tepat untuk mempromosikan destinasi di wilayah terpencil tapi memiliki karakter yang memikat penyuka olah raga petualangan seperti kayak arus deras di Parhitean. Pendekatan ini berbeda dengan destinasi wisata yang sudah tersohor dan infrastruktur pariwisatanya sudah baik seperti Bali, Labuan Bajo atau Danau Toba.

Di Desa Parhitean tidak tersedia hotel atau penginapan. Sehingga, semua pihak yang hadir pada kegiatan ini tinggal di rumah penduduk yang dijadikan homestay.

“Efek berantai yang dihasilkan dari kegiatan ini selain manfaat ekonomi langsung juga memperkenalkan potensi daerah terpencil di tingkat dunia yang akan mendatangkan banyak responsible tourist ke daerah ini sepanjang tahun,” kata Nita yang merupakan diaspora Indonesia yang tinggal di Australia.

Selain perlombaan kayak, Toba Caldera IAF 2022 juga melaksanakan aktivitas pengembangan masyarakat melalui kegiatan literasi digital, pembinaan homestay melalui pembenahan kenyamanan tempat tinggal, dan peningkatan mutu pelayanan. Toba Caldera IAF 2022 juga melaksanakan pelatihan penyelamatan di arus deras (whitewater rescue), yang membekali operator arung jeram lokal tentang teknis penyelamatan di sungai yang diampu oleh Rescue 3 Selandia Baru, organisasi terkemuka dunia di bidang keselamatan di air.

Pembinaan dan persiapan perlombaan yang dilaksanakan secara hybrid (daring dan tatap muka) ini didukung oleh Bakti Kominfo dan Inalum. “Keseluruhan pembinaan tersebut merupakan bekal yang diperlukan masyarakat setempat dalam aspek keamanan dan kenyamanan yang diperlukan tidak hanya dalam rangka pelaksanaan event internasional namun untuk menerima wisatawan mancanegara dan domestik,” kata Nita.

Dari sisi perlombaan, kegiatan ini akan menampilkan beberapa atlet lokal dan nasional yang akan mendapatkan kesempatan untuk berlatih dan bertanding bersama atlet internasional, memberikan sebuah kesempatan langka bagi pengembangan talenta lokal dan nasional. Atlet kayak dunia yang hadir pada perlombaan ini berasal dari Italia, Perancis, Jerman, Norwegia, Republik Ceska, dan Belanda dan hampir semua untuk pertama kalinya datang ke Asahan.

 

photo
Setelah tiga tahun absen karena pandemi, festival dan kompetisi kayak internasional kembali memeriahkan Desa Parhitean, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. (ilustrasi) - (Dok. Impact Adventures Australia)
 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA