Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Pemkot Sabang Tekan inflasi Melalui Gerakan Tanam Cepat Panen

Jumat 02 Dec 2022 21:34 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Petani memanen jagung manis yang ditanam menggunakan metode tumpang sari (ilustrasi)

Petani memanen jagung manis yang ditanam menggunakan metode tumpang sari (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Prasetia Fauzani
Sabang merupakan daerah yang sangat tergantung pada pasokan dari daerah lain.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Pemerintah Kota Sabang, Aceh, terus berupaya menekan laju inflasi di wilayah paling barat Indonesia itu dengan melakukan gerakan penanaman komoditas cepat panen, salah satunya kedelai.

Pj Wali Kota Sabang Reza Fahlevi, Jumat (2/12/2022) mengatakan saat ini pengendalian inflasi menjadi penekanan Presiden Joko Widodo. Sehingga pihaknya terus melakukan berbagai upaya dalam rangka menekan inflasi, salah satu strategi adalah gerakan tanam cepat panen.

Baca Juga

"Sebelumnya kita sudah melakukan penanaman jagung dan kacang tanah, hari ini kita juga melakukan penanaman kedelai," kata Reza dalam keterangan diterima di Banda Aceh.

Penanaman benih kedelai yang diprakarsai Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang berlangsung di Lahan Demplot Kakao Gampong Paya Seunara, Kota Sabang. Ia menjelaskan, sebelumnya upaya-upaya lain juga telah dilakukan pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas harga, melalui pelaksanaan pasar murah.

 

Cara ini dianggap mampu menekan laju inflasi sekaligus membantu masyarakat. Karena, kata dia, Sabang merupakan daerah yang sangat tergantung pada pasokan dari daerah lain. Harga bahan pokok di Sabang akan dipengaruhi dengan komponen biaya transportasi dan lain-lain.

"Jadi dengan kita melakukan penanaman sendiri di sini, mudah-mudahan bisa memenuhi kebutuhan keluarga bagi masyarakat Sabang? ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh juga menyerahkan sertifikat Tanda Daftar Varietas Tanaman (TDVT) Salak Sabang yang memiliki keunikan dan kekhususan di Sabang kepada Pj Wali Kota Sabang. Reza menyebut Sabang memiliki banyak tanaman yang berpotensi, selain salak, ada juga coklat, alpukat, kedondong, nilam, dan juga ada cengkeh yang memang sejak dulu itu menjadi komoditi unggulan di Sabang.

"Jadi semua ini tentu menjadi komoditas yang harus kita kembangkan sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat Sabang," katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Distanbun Aceh Habiburrahman mengatakan dengan dilakukan penyerahan TDVT maka Salak Sabang memiliki potensi dan berpeluang menjadi komoditas unggul nasional. Pihaknya juga telah mengantarkan langsung proposal Salak Sabang menjadi berkas unggul nasional. Selain itu, ada beberapa komoditaslain yang sedang digarap, seperti cengkeh dan alpukat.

"Mudah-mudahan alpukat ini akan bisa mendapatkan TDVT seperti Salak. Jadi bisa kita dorong bersamaan menjadi prioritas unggul nasional," ujarnya.

Distanbun Aceh akan siap mendukung dan mendampingi petani Sabang, agar terlahir label-label komoditas Sabang lainnya yang bersertifikat. "Dengan demikianprofitnya akan dinikmati oleh para petani, masyarakat, dan menjadi kemandirian pertahanan pangan bagi Kota Sabang," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA