Thursday, 11 Rajab 1444 / 02 February 2023

Bantuan Bagi Mahasiswa Asal Cianjur di DIY Diberikan Mulai Bulan Ini

Jumat 02 Dec 2022 15:08 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Hiru Muhammad

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengirim tim relawan mahasiswa relawan siaga bencana (Maharesigana) yang berangkat pada 28 November lalu. Bantuan ini ditunjukkan untuk membantu memulihkan mental dan fisik korban gempa Cianjur.

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengirim tim relawan mahasiswa relawan siaga bencana (Maharesigana) yang berangkat pada 28 November lalu. Bantuan ini ditunjukkan untuk membantu memulihkan mental dan fisik korban gempa Cianjur.

Foto: Dok. Humas UMM
Hingga saat ini, sudah didapatkan data sebanyak 107 mahasiswa yang terdampak.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Mahasiswa asal Cianjur yang kuliah di DIY akan diberikan bantuan pendidikan dan bantuan permakanan. Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, mengatakan, bantuan ini akan diberikan mulai Desember 2022 ini.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan terkait jumlah mahasiswa asal Cianjur di DIY yang terdampak bencana gempa. Hingga saat ini, sudah didapatkan data sebanyak 107 mahasiswa yang terdampak.

Baca Juga

"107 itu benar-benar terdampak, kan (terdampaknya) macam-macam. Ada yang (orang tuanya) meninggal, ada yang rumahnya rusak atau masih ada rumah tapi terdampak bencana, ada orang tuanya belum bisa bekerja atau orang tuanya masih di pengungsian," kata Endang di BPBD DIY, Kota Yogyakarta, Jumat (2/12/2022).

Endang menjelaskan, untuk bantuan pendidikan, pihaknya berkoordinasi dengan perguruan tinggi agar mahasiswa asal Cianjur yang terdampak gempa dibebaskan dari biaya kuliah. Sedangkan, untuk biaya permakanan nantinya akan diberikan dalam bentuk uang, yang dialokasikan dari APBD.

"Bentuknya nanti uang untuk mereka hidupnya, untuk permakanannya. Rencananya (bantuan permakanan diberikan) enam bulan, nanti dievaluasi (yang diberikan) sejak Desember ini," ujar Endang.

Rencananya, bantuan permakanan akan diberikan tiap bulan kepada mahasiswa secara langsung. Terkait dengan dana yang disiapkan dari Pemda DIY untuk pemberian bantuan kepada mahasiswa ini, Endang menyebut, masih dalam tahap pembahasan.

"Nanti cash, kita belum putuskan teknisnya, tapi bentuknya uang. Belum ada kepastian untuk besaran (dana APBD yang dialokasikan). Tapi kalau untuk permakanan (jumlahnya) sama (tiap mahasiswa yang menerima)," tambahnya.

Hal ini juga mengingat data mahasiswa asal Cianjur yang berada di DIY ini masih terus dikumpulkan. Dengan begitu, data dimungkinkan masih dapat terus bertambah.

"Data baru diterima kemarin dan baru asesmen juga semuanya, baru laporan juga ke Gubernur (DIY). Nanti kita tindaklanjuti, nanti kan (data) juga masih berkembang terus," kata Endang.

Endang juga meminta agar mahasiswa asal Cianjur yang terdampak, dapat melapor ke Pemda DIY melalui Dinas Sosial DIY. Diharapkan, semua mahasiswa asal Cianjur yang terdampak dapat segera diberikan bantuan.

"Mahasiswanya 107 yang baru masuk dan sudah kita asesmen, tapi kemungkinan masih ada yang belum terdata. Kami menginformasikan, yang belum mohon untuk menyampaikan ke kami," lanjut Endang.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA