Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

UEFA Turun Tangan Selidiki Dugaan Kecurangan yang Dilakukan Juventus

Jumat 02 Dec 2022 07:10 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah

Andrea Agnelli mundur dari jabatan Presiden Juventus setelah kasus dugaan pemalsuan laporan keuangan klub mengapung.

Andrea Agnelli mundur dari jabatan Presiden Juventus setelah kasus dugaan pemalsuan laporan keuangan klub mengapung.

Foto: AP/Luca Bruno
Juventus diduga memalsukan laporan keuangan selama pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Badan Pengawas Keuangan Klub UEFA (CFCB), telah membuka penyelidikan formal terhadap Juventus, atas potensi pelanggaran aturan Perizinan Klub dan Financial Fair Play. Jaksa di Turin, tempat Juventus bermarkas, sedang menyelidiki pembukuan dan pernyataan klub yang dibuat ke pasar keuangan selama tiga tahun terakhir.

Jaksa memeriksa pengeluaran dan pemasukan dari transfer pemain yang dilakukan dengan klub lain, serta soal gaji. Apakah gaji dikorbankan selama pandemi Covid-19 atau hanya ditangguhkan. Juventus menegaskan mereka tidak melakukan kesalahan, dan akan melakukan pembelaan melalui badan olahraga dan hukum.

Baca Juga

Andrea Agnelli mengundurkan diri sebagai Presiden Juventus awal pekan ini. Tidak sendirian, Agnelli membawa 'rombongannya' untuk ramai-ramai meninggalkan Juventus. 

Juventus, termasuk delapan tim lainnya, gagal memenuhi persyaratan seimbang pemasukan dan pengeluaran pada musim lalu. UEFA mengatakan bakal mengambil langkah hukum jika memang ada dugaan pelanggaran, hingga mengambil langkah disipliner sesuai dengan aturan UEFA.

''Jika setelah investigasi selesai, situasi keuangan klub berbeda secara signifikan dari yang dinilai oleh CFCB pada saat kesepakatan penyelesaian diselesaikan, CFCB berhak untuk mengakhiri penyelesaian kesepakatan,'' kata UEFA, dikutip dari Reuters, Jumat (2/11/2022).

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA