Saturday, 6 Rajab 1444 / 28 January 2023

Rumah Rusak Akibat Gempa Cianjur Capai 24.107 Unit

Jumat 02 Dec 2022 01:31 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Dwi Murdaningsih

Pengungsi melaksanakan shalat di dalam tenda darurat di Kampung Gitung, Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahad (27/11/2022). Beberapa pengungsi korban gempa Cianjur mengisi waktu malam hari di tenda pengungsian dengan menggelar tahlil atau menyaksikan pertandingan piala dunia. Republika/Thoudy Badai

Pengungsi melaksanakan shalat di dalam tenda darurat di Kampung Gitung, Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahad (27/11/2022). Beberapa pengungsi korban gempa Cianjur mengisi waktu malam hari di tenda pengungsian dengan menggelar tahlil atau menyaksikan pertandingan piala dunia. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Rumah yang rusak akan ditindaklanjuti oleh BNPB.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Jumlah rumah rusak akibat bencana gempa Cianjur yang sudah tervalidasi mencapai sebanyak 24.107 unit. Kondisi rumah rusak ini langsung dilaporkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan diteruskan ke Kementerian Keuangan untuk ditindaklanjuti.

''Kerugian materiil tervalidasi rumah rusak totalnya sebanyak 24.107 unit,'' ujar Bupati Cianjur Herman Suherman kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Cianjur, Kamis (1/12/2022) sore.

Baca Juga

Rinciannya kondisi rumah rusak berat sebanyak 5.631 unit, rusak sedang 7.273 unit, dan rusak ringan 11.203 unit.

Pada Kamus siang pukul 13.00 WIB, ia sudah menandatangani surat keputuasan (SK) terkait data rumah rusak tersebut untuk langsung diusulkan ke BNPB. Nantinya oleh BNPB akan diteruskan ke Kementerian Keuangan dan mudah-mudahan pada Senin (5/12/2022) sudah bisa direalisasikan bantuan.

Herman menuturkan, untuk infrastruktur yakni sekolah rusak sebanyak 520 unit, tempat ibadah 190 unit, faskes 14 unit, dan gedung kantor 17 unit. Untuk faskes, Puskesmas Nagrak akan dibuatkan oleh Kemenkes dan dalam waktu satu minggu bisa berfungsi kembali.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA