Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

SNPMB 2023 Buka Jalur untuk Program D3 Vokasi

Kamis 01 Dec 2022 18:59 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andi Nur Aminah

Calon mahasiswa baru (camaba) t

Calon mahasiswa baru (camaba) t

Foto: istimewa
Yang berbeda peserta tahun lalu, hanya sarjana dan sarjana terapan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2023 mengalami perluasan seleksi. Selain dapat memilih program sarjana dan sarjana terapan, SNPMB 2023 membuka kesempatan bagi calon mahasiswa untuk memilih program diploma III (D3) vokasi.

"Yang berbeda peserta tahun lalu itu hanya Sarjana dan Sarjana Terapan. Tahun ini ditambah Program Diploma III Pendidikan Vokasi," ujar Ketua SNPMB, Mochamad Ashari, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Baca Juga

Dengan perluasan seleksi kali ini, maka SNPMB saat ini semakin memberikan banyak pilihan prodi bagi calon mahasiswa. SNPMB saat ini berada di bawah tanggung jawab dua direktorat jenderal di Kemendikbudristek, yakni Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Diksi).

"Adik-adik yang di SMK, MA, SMA yang memiliki keinginan masuk politeknik atau vokasi, Anda bisa juga mengikuti SNPMB," kata Ashari.

Selain menerima program D3, SNPMB 2023 juga sudah tidak memberlakukan seleksi berdasarkan jurusan atau peminatan di sekolah menengah. Itu berarti, calon mahasiswa baik dari jurusan IPA maupun IPS bebas memilih prodi yang diminati.

Di samping itu, Ashari menerangkan, kehadiran tim SNPMB merupakan bentuk peningkatan kualitas proses seleksi dan keterpaduan dengan tingkat pendidikan di bawah Kemendikbudristek. Tapi, secara teknis, tidak banyak terjadi perubahan dalam sistem seleksi.

Kuota penerimaan di setiap jalur seleksi pun masih sama dengan tahun sebelumnya, yakni SNBP minimal 20 persen, SNBT minimal 40 persen dan Seleksi Mandiri maksimal 30 persen. Untuk PTN-BH, SNBT minimal 30 persen dan Seleksi Mandiri maksimal 50 persen.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA