Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Bagaimana Cara Hemat Tapi Bisa Rutin Sedekah?

Kamis 01 Dec 2022 18:46 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil

Bagaimana Cara Hemat Tapi Bisa Rutin Sedekah? Foto: Ilustrasi Sedekah

Bagaimana Cara Hemat Tapi Bisa Rutin Sedekah? Foto: Ilustrasi Sedekah

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Jumlah sedekah bisa disesuaikan dengan kemampuan keuangan seseorang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bersikap hemat merupakan anjuran agama agar seseorang dapat menjauhi sikap berlebih-lebihan. Namun bagaimana caranya menjalankan hidup hemat namun tetap rutin bersedekah?

Kepala Bank Syariah Indonesia (BSI) Institute Luqyan Tamanni mengatakan, sedekah yang terbaik adalah yang sedekah yang konsisten. Sehingga ketika kondisi keuangan memburuk, kata dia, seseorang dapat menyesuaikan jumlah sedekah sesuai dengan kemampuan dan kondisinya.

Baca Juga

"Yang penting (sedekahnya) jangan ditinggalkan sama sekali," kata Luqyan saat dihubungi Republika, Kamis (1/12/2022).

Dia memberikan asumsi bahwa jika sebelumnya seseorang rutin bersedekah sehari sebanyak 20 ribu rupiah, maka jika kondisi sulit tengah menerpa maka sedekahnya dapat dikurangi menjadi 5000 rupiah. Sebab menurut dia ketika seseorang tetap sedekah, maka orang lain dengan kondisi yang jauh lebih sulit secara ekonomi dan keadaan dapat terbantu dan tetap bisa makan, tetap bisa belanja sesuai kemampuan mereka.

Dengan konsistensi bersedekah itulah, kata dia, roda ekonomi masih berputar. Sedekah pun dinilai dapat menjadi salah satu solusi pemulihan apabila resesi berdampak pada ekonomi suatu negara.

Di sisi lain dia menekankan bahsa sikap hemat dan lebih selektif dalam berbelanja sedang menjadi tren di berbagai negara. Khususnya untuk barang-barang non-makanan atau discretionary, konsumen lebih selektif dalam berbelanja.

"Tidak asal ‘check out’.  Bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa, dalam tiga bulan terakhir terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam jumlah transaksi di swalayan yang menawarkan harga miring atau grosiran. Bahkan mereka yang biasanya belanja di swalayan ‘premium’ pun memilih belanja hemat di WalMart misalnya," kata dia.

Hemat memang menjadi cara yang bisa dipakai siapa saja, baik yang kaya atau yang sedang susah. Apalagi di tengah banyaknya PHK--khususnya perusahaan e-commerce/start up sekarang-- pilihannya tidak banyak. Dengan laju inflasi yang masih tinggi, Luqyan menilai bahwa hanya ada dua cara untuk bisa survive, yakni memotong belanja atau menambah pendapatan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA