Kamis 01 Dec 2022 18:27 WIB

Heru Sebut Proyek Sodetan Ciliwung Selesai April 2023

Progres pembangunan sodetan Ciliwung telah mencapai 92 persen.

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) di Jakarta, Senin (16/5/2022). Pengerjaan sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) melalui Kali Cipinang kini memasuki tahap penyelesaian pengeboran untuk pipa kedua di pintu keluar atau outlet ke Kali Cipinang untuk mengatasi air Kali Ciliwung yang kerap meluap saat hujan.
Foto: ANTARA/Reno Esnir
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) di Jakarta, Senin (16/5/2022). Pengerjaan sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) melalui Kali Cipinang kini memasuki tahap penyelesaian pengeboran untuk pipa kedua di pintu keluar atau outlet ke Kali Cipinang untuk mengatasi air Kali Ciliwung yang kerap meluap saat hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebut pengerjaan proyek sodetan Kali Ciliwung selesai pada April 2023. Sehingga diharapkan dapat mengurangi dampak banjir di Ibu Kota.

"Reduksi banjir itu sekitar 200 hektare. Ini fungsinya 60 meter kubik per detik reduksi sehingga mudah-mudahan di sisi utara Jakarta mengurangi banjir," kata Heru Budi Hartono di Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Baca Juga

Heru memastikan bahwa pengerjaan proyek sodetan Ciliwung yang sebelumnya sempat terhambat sudah terlaksana dengan baik. Termasuk terkait urusan pembebasan lahan yang menjadi salah satu kendala penyelesaian sodetan Ciliwung tersebut.

"Pembebasan lahan sudah selesai. Ini tinggal di bawah tanah yang bisa pembebasan di ujung sana. Panjangnya 1,2 kilometer, kalau di bawah sana," ujar Heru.

Sementara itu, Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Bob Arthur Lombogia, menjelaskan saat ini progres pembangunan sodetan Ciliwung telah mencapai 92 persen. Bob mengatakan kontrak pengerjaan proyek sodetan Kali Ciliwung itu sebenarnya sampai Agustus 2023, namun dapat diselesaikan lebih cepat.

"Kalau kontrak sebenarnya sampai Agustus, tapi kami percepat," kata Bob.

Dia mengatakan pihaknya mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI dalam menyelesaikan kendala terkait pembebasan lahan. "Saya kira dalam pembangunan ini masalah pertama mengatur lahannya, tapi berkat bantuan dari pemerintah daerah, kami sangat dibantu sehingga masalah tanah tinggal tersisa yang satu di daerah outlet yang akan segera kami bebaskan," ujar Bob.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement