Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Pakar: Booster Kedua Lindungi Lansia dari Risiko Covid-19

Kamis 01 Dec 2022 15:36 WIB

Red: Indira Rezkisari

Presiden Jokowi menerima suntikan booster dosis kedua Covid-19 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/11). Vaksin booster kedua yang disuntikkan untuk Presiden menggunakan vaksin Indovac.

Presiden Jokowi menerima suntikan booster dosis kedua Covid-19 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/11). Vaksin booster kedua yang disuntikkan untuk Presiden menggunakan vaksin Indovac.

Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Keluarga bisa memberi pemahaman pentingnya booster kedua bagi lansia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro SpA(K) mengatakan bahwa vaksinasi Covid-19 booster kedua atau suntikan keempat sangat penting untuk melindungi kelompok lansia dari risiko penularan. Bagi lansia peran keluarga menjadi penting dalam mendorong pemberian booster kedua.

"Kelompok lansia perlu segera mendapatkan vaksinasi booster kedua, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid," kata Sri Rezeki Hadinegoro dalam acara gelar wicara dengan tema "Perketat Prokes Perkuat Booster Pada Lansia" yang diakses secara daring di Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Baca Juga

Prof Sri menambahkan bahwa keluarga berperan penting dalam memberikan pemahaman dan edukasi mengenai pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi lansia, mulai dari dosis pertama hingga dosis keempat. "Kalau di dalam keluarga ada lansia yang belum booster maka keluarganya perlu memberi pemahaman mengenai pentingnya booster, termasuk booster kedua," katanya.

Terlebih lagi, kata dia, bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Vaksinasi Covid-19 dapat memberikan perlindungan optimal dan mengurangi tingkat keparahan, bahkan kematian akibat Covid-19. "Jika memiliki komorbid, maka harus dilindungi agar tidak terkena Covid-19, salah satunya adalah dengan vaksinasi dan juga memperkuat protokol kesehatan," katanya.

Dengan demikian, kata dia, upaya untuk meningkatkan cakupan vaksinasi bagi kelompok lansia merupakan hal yang sangat penting. "Penyakit infeksi biasanya terjadi karena interaksi tiga faktor utama, yakni faktor individu itu sendiri, faktor penyebab dan faktor lingkungan," katanya.

Pada lansia, kata dia, faktor individu sangat berpengaruh karena daya tahan tubuh biasanya telah menurun atau tidak semaksimal saat usia muda. "Dengan demikian vaksinasi diperlukan untuk meningkatkan kadar antibodi atau kekebalan," katanya.

Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyatakan program vaksinasi booster kedua, atau suntikan keempat bagi kelompok masyarakat lanjut usia bertujuan untuk memberikan perlindungan yang optimal. Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto mengatakan booster kedua bagi lansia untuk memberikan perlindungan optimal di tengah pandemi Covid-19.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA